SOLOK, Sumbarpro – Terjangan banjir bandang atau galodo yang meluluhlantakkan pusat pemerintahan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam (21/9/2026), berdampak fatal terhadap roda pemerintahan daerah.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai kerusakan masif pada fasilitas publik tersebut berdampak serius terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan dasar masyarakat. Terutama karena fasilitas vital seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) ikut terdampak.
“Kondisi ini tentu menyebabkan kelumpuhan di dinas-dinas tersebut, apalagi ada Dinas Kesehatan dan Dinas PU. Tentu harus dicarikan solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti,” ujar Mahyeldi di Solok, Selasa (22/9).
Dampak bencana ini juga memicu wacana evaluasi terhadap kelayakan lokasi kompleks perkantoran Pemkab Solok. Gubernur Mahyeldi mengatakan, evaluasi akan melibatkan Basarnas, BNPB, Bappeda, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengkaji kondisi geografis kawasan, terutama wilayah hulu di sekitar kompleks perkantoran.
Sedikitnya 12 kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok mengalami kerusakan berat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyebut 11 kantor pemerintah terdampak material longsor.

Bangunan yang diterjang banjir antara lain kantor Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perencanaan Pembangunan. Salah satu kantor dinas terparah dilanda galodo adalah Dinas PU, di mana material banjir bandang menghantam bangunan dari belakang hingga tembus ke depan.
Kerusakan infrastruktur publik juga parah. Akses Jalan Raya Padang–Solok putus total sejak Senin malam akibat tertutup material banjir bandang. Satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka juga putus.
Selain itu, jaringan listrik di kawasan pusat pemerintahan juga terputus, dan robohnya tiang-tiang listrik serta melintangnya kabel di sepanjang jalan membuat ratusan warga terisolasi dari dunia luar.
Kerusakan Rumah Warga, Lahan Pertanian, dan Peternakan
Data sementara dari BPBD Kabupaten Solok mencatat sekitar 150 unit rumah terdampak bencana ini. Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 300 warga yang terdampak. Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi ke Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Untuk kerusakan lahan pertanian, data masih dalam proses pendataan oleh Dinas Pertanian setempat. Namun, mengacu pada kejadian serupa sebelumnya di wilayah Solok, banjir bandang pernah mengakibatkan puluhan hektare sawah yang siap panen terendam air bah. Selain itu, ternak warga berupa kerbau, itik, dan kambing juga dilaporkan hanyut. (ak/*)



