SUMBARPRO– Laga sengit mewarnai Kejurda Pencak Silat Tanah Datar Series II Tahun 2025. Sebanyak 205 pesilat dari 15 perguruan turun ke arena di Lapangan Cindua Mato, Sabtu (15/11/2025). Digelar sejak 14 hingga 16 November, ajang ini akan menjadi langkah awal Tanah Datar menyiapkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
Sebanyak 15 perguruan berpartisipasi, yakni PS Pusako Tanah Datar, PS Bundo Kanduang, PS Patbanbu (Empat Banding Budi), Silek Tuo Pagaruyung, Persinas Asad, PS Gajah Dorong, PS Taduang Bangkeh, PPS Kumango Tanjung Baru, PS Langkah 4 Salimpauang, Persinas Asad Tanjung Emas, Persikum, KPHC (Kuciang Putiah Harimau Campo) Simawang, Silek Tuo TBBP (Tabek Bungo Batu Patah), serta PSTGU (Pencak Silat Tangkap Gulung Ular) Lintau.
Ketua Umum IPSI Tanah Datar, Wel Ahmad, Kepada Sumbarpro mengatakan bahwa Kejurda bukan sekadar arena kompetisi, tetapi momentum penting untuk mencegah vakumnya tradisi persilatan di Tanah Datar dan memastikan generasi muda tetap dekat dengan warisan budaya Minangkabau.
“Kami tidak ingin generasi sekarang jauh dari silat, karena inilah dasar tradisi Luhak Nan Tuo. Kejurda menjadi ajang silaturahmi antarperguruan sekaligus wadah untuk menguji kemampuan setelah lama berlatih,” ujarnya.
Wel Ahmad menambahkan bahwa selain memperkuat nilai budaya, Kejurda juga menjadi sarana menyiapkan atlet-atlet muda Tanah Datar agar mampu bersaing di Porprov maupun kejuaraan tingkat nasional.
“Harapan kami, generasi muda tidak hanya mempelajari silat sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dengan begitu, tradisi persilatan tetap hidup, sekaligus atlet kita bisa berprestasi hingga level nasional,” tegasnya.
Salah satu peserta, Hasby, dari perguruan Pencak Silat Tangkap Gulung Ular Lintau, mengaku sangat antusias mengikuti Kejurda karena ini menjadi pengalaman perdananya tampil di arena resmi.
“Saya berlatih silat sejak kelas 2 SD, sekarang sudah kelas 9. Ikut Kejurda karena ingin jadi atlet nasional. Bertanding membuat saya lebih disiplin dan fokus,” ungkapnya.
“Pesan saya untuk teman-teman, kalau ingin belajar silat, mulailah sekarang. Jangan tunggu terlambat,” tambahnya.
Dari sisi pembinaan, pelatih Silek Pusako Tanah Datar, Noviandi, menyebut Kejurda turut menggerakkan kembali aktivitas sasaran dan perguruan yang sempat meredup.
“Kejurda membuat sasaran-sasaran kembali aktif. Anak-anak jadi lebih termotivasi untuk berprestasi dan terhindar dari kegiatan negatif,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut secara konsisten sehingga Tanah Datar kembali dikenal sebagai daerah penghasil pesilat berprestasi.
“Kalau pembinaannya rutin, setiap sasaran pasti bisa melahirkan bibit unggul yang mampu membawa nama Tanah Datar ke level kompetisi tinggi,” ujarnya.
Kejurda Pencak Silat Tanah Datar Series II 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan silat tradisi dan olahraga prestasi, sekaligus ruang kompetitif bagi generasi muda untuk menatap level kompetisi tinggi di masa depan.

















