Sumbarpro – Serangan harimau terhadap dua warga di Jorong Sungai Rambutan, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Selasa malam (16/9/2025), memicu keresahan warga sekitar kebun karet Bukit Batuang Gadang Mudiak Sako.
Kapolsek KPGD, Iptu Taufik Indra, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.
Ia mengimbau warga menghentikan sementara aktivitas di kawasan kebun untuk menghindari jatuhnya korban baru.
“Kami sudah laporkan kejadian ini. Warga diminta tidak beraktivitas di sekitar lokasi sampai situasi aman,” ujar Taufik.
Plt Camat KPGD, Adila Rekriyaldi, memastikan pemerintah nagari bersama aparat TNI-Polri, Basarnas, dan keluarga mendampingi para korban di RSUD Solok Selatan.
Diketahui, dua warga Jorong Sungai Rambutan, Nagari Persiapan Batang Lolo, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, diterkam harimau di kebun karet kawasan Bukit Batuang Gadang Mudiak Sako, Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kedua korban, Amsal (48) dan anaknya Pandi (25), mengalami luka serius dan kini dirawat di RSUD Solok Selatan.
serangan terjadi saat Amsal mencari anaknya, Pandi, yang sejak pagi belum pulang dari kebun karet.
Bersama anaknya yang lain, Fatar, ia menuju kebun.
Namun setibanya di Bukit Batuang, seekor harimau mendadak muncul dan menyerang.
Harimau menerkam Amsal yang sempat memanjat pohon.
Fatar berhasil menyelamatkan diri lalu memberi tahu warga.
Warga kemudian mengevakuasi Amsal dan Pandi ke rumah sakit. Keduanya mengalami luka robek di kaki, tangan, dan punggung.
Kondisi Amsal disebut paling parah akibat luka di kaki kanan.
Kasus ini menambah panjang daftar konflik antara manusia dan satwa liar di Sumatera Barat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipatif agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu. (edt)

















