PADANG PARIAMAN, Sumbarpro – Muhammad Helmi, balita berusia sekitar dua tahun yang dilaporkan hilang di Korong Toboh Baru, Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026).
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 09.40 WIB di aliran sungai, berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian perkara. Jenazah korban tiba di rumah duka pada pukul 10.16 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Ermi Nurman, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama tiga hari. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban pergi mandi ke kamar mandi rumah. Helmi dititipkan kepada neneknya.
Namun, setelah selesai mandi, ibu korban mendapati anaknya sudah tidak berada di dalam rumah. Pintu rumah dalam keadaan terbuka.
Menurut keterangan keluarga, Helmi memang kerap bermain di tepi sungai yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.
Keluarga bersama warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar rumah dan sepanjang tepi sungai. Namun, keberadaan korban tidak ditemukan.
Laporan kejadian diterima BPBD Padang Pariaman pada Kamis malam sekitar pukul 21.33 WIB. Sebanyak sembilan personel BPBD langsung diberangkatkan ke lokasi pada pukul 21.50 WIB untuk membantu proses pencarian.
Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan nagari, serta masyarakat setempat.
Basarnas membawa peralatan seperti perahu karet, perlengkapan SAR air, peralatan medis, dan perangkat komunikasi.
Pada hari kedua, Jumat (23/10/2026), operasi dimulai pukul 07.30 WIB. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama menyisir aliran sungai sejauh dua kilometer. SRU kedua mencari di wilayah daratan seluas sekitar 0,5 kilometer persegi.
Hingga pukul 18.00 WIB, hasilnya masih nihil. Kendala utama adalah kondisi air sungai yang keruh sehingga membatasi jarak pandang tim.
Memasuki hari ketiga, Sabtu (24/10/2026), pencarian kembali dilanjutkan pukul 07.30 WIB.
Sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 09.40 WIB, korban ditemukan tak bernyawa di aliran sungai, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Tim langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka.
“Begitu korban ditemukan, tim segera melakukan evakuasi. Setelah itu kami membawa korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril.
Ia mengimbau agar orang tua dan keluarga selalu mengawasi anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai.
Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman turut menyalurkan bantuan sembako dan sandang.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian. (ak/*)
