Beranda / Kabar Sumbar / Solidaritas dari Ranah Minang, Ketika Rendang Menghangatkan Korban Gempa NTT

Solidaritas dari Ranah Minang, Ketika Rendang Menghangatkan Korban Gempa NTT

Redaksi
A+A-
Reset
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah (kemeja hitam), Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari (rompi hijau) dan Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit (rompi dan kemeja putih) saat berdialog dan serah terima bantuan di Posko Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/8/2026).

LABUAN BAJO, Sumbarpro — Hingga Rabu (26/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan 179.037 warga masih mengungsi.

Aktivitas gempa susulan pun masih terus berlangsung. BMKG mencatat hingga Rabu pagi pukul 05.00 WIB, telah terjadi 7.492 gempa susulan, dengan 143 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Di tengah situasi yang masih mencekam itu, bantuan pangan terus mengalir dari berbagai penjuru tanah air.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah gelombang bantuan rendang siap saji dari Sumatera Barat.

Rendang adalah makanan yang dikenal awet, bergizi, dan kaya cita rasa.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Setidaknya tiga gelombang besar bantuan rendang telah dikirimkan ke NTT sejak pekan lalu.

Gelombang pertama datang dari Gebu Minang bersama Partai Hanura.

Sebanyak 3,6 ton rendang dan 2,5 ton obat-obatan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Maumere, Flores, pada Minggu (23/8/2026) menggunakan pesawat TNI AU.

Bantuan ini merupakan bagian dari total 5,2 ton rendang yang berhasil dikumpulkan Gebu Minang.

Pada hari yang sama, Partai Hanura juga mengirim 3 ton rendang.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma menerima secara simbolis 6,6 ton rendang tersebut di Bandara Frans Seda, Maumere.

Gubernur Melki menyampaikan apresiasi mendalam.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata persaudaraan dan kepedulian antarsesama anak bangsa,” ujarnya.

Gelombang kedua datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mengumpulkan donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat melalui BPBD Provinsi Sumbar.

Sebanyak 2,2 ton rendang diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada perwakilan BNPB di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (25/8/2026) .

Penyerahan diterima oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dan PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo, Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta.

Bantuan 2,2 ton rendang dari Pemprov Sumbar langsung didistribusikan kepada para korban. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap melalui posko-posko BNPB.

Seusai proses serah terima di Labuan Bajo, sebanyak 500 kilogram rendang didistribusikan menuju Pos Kabupaten Manggarai menggunakan pesawat Susi Air yang difasilitasi BNPB.

Di lokasi tersebut, rombongan Gubernur Mahyeldi dan Abdul Muhari bertemu langsung dengan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit.

Mahyeldi menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud kepedulian masyarakat Sumbar yang turut merasakan duka saudara di NTT.

“Nusa Tenggara Timur tidak sendirian, masih ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain di Indonesia turut merasakan (duka),” katanya.

Deputi BNPB Abdul Muhari memastikan seluruh bantuan yang dititipkan akan disalurkan.

“Kami di BNPB bertugas menyampaikan amanah dari Sumatera Barat, provinsi lain, lembaga dan entitas lain, agar sampai di tangan masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para donatur untuk bersabar karena proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan berbagai kendala di lapangan.

Mengapa Rendang?

Pemilihan rendang sebagai bantuan bukan tanpa alasan. Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa rendang memiliki daya tahan yang relatif lama, nilai gizi tinggi, serta praktis untuk dikonsumsi.

Cukup dipanaskan dan disantap bersama nasi.

Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas dapur darurat di pengungsian, makanan siap saji yang tahan lama menjadi pilihan yang sangat tepat.

Selain itu, ada muatan emosional di balik pengiriman rendang.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar menyatakan bahwa masyarakat Minang memahami betul kondisi korban karena pernah mengalami bencana serupa pada gempa 2009.

“Bagaimana nikmatnya dan bahagianya diberi bantuan saat memerlukan, kami tahu persis. Bantuan sekecil apapun sangat berarti bagi masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Solidaritas yang Tak Berhenti

Mahyeldi menegaskan bahwa bantuan dari Sumatera Barat tidak berhenti pada pengiriman 2,2 ton rendang.

Koordinasi dan pengumpulan dukungan masih terus dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak.

Total bantuan rendang yang telah dikirim dan disalurkan ke NTT dari berbagai pihak hingga hari ini mencapai lebih dari 8,8 ton.

Jumlah itu gabungan dari gelombang pertama 6,6 ton dan gelombang kedua 2,2 ton. Ini belum termasuk 1,6 ton rendang tambahan yang direncanakan menyusul. (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690