Sejarah Kelam Ginekologi Modern: Budak 17 Tahun Jadi Objek Eksperimen Brutal, 30 Kali Jalani Operasi Tanpa Bius!

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Dr. J. Marion Sims yang didirikan di New York, kini menjadi kontroversi karena sejarah kelamnya yang menggunakan budak perempuan, Anarcha Westcott, sebagai objek percobaan medis tanpa persetujuan dan tanpa bius. ( Ist.)

Patung Dr. J. Marion Sims yang didirikan di New York, kini menjadi kontroversi karena sejarah kelamnya yang menggunakan budak perempuan, Anarcha Westcott, sebagai objek percobaan medis tanpa persetujuan dan tanpa bius. ( Ist.)

Sumbarpro – Sejarah kedokteran dunia mencatat nama J. Marion Sims sebagai “bapak ginekologi modern”.

Namun di balik ketenarannya, ada kisah kelam yang jarang diungkap, yaitu penderitaan seorang budak perempuan asal Afrika bernama Anarcha Westcott.

Anarcha baru berusia 17 tahun ketika melahirkan anak pertamanya.

Persalinan itu meninggalkan luka parah di tubuhnya.

Dalam kondisi lemah dan kesakitan, ia tidak dibawa untuk dirawat, melainkan dijadikan objek percobaan medis oleh Sims.

Dokter yang kini dipuja dalam dunia kedokteran itu melakukan lebih dari 30 operasi terhadap tubuh Anarcha tanpa bius, tanpa izin, dan tanpa belas kasihan.

Baca Juga:  Menguak Sejarah Kelam G30S PKI: Kronologi dan Tujuannya

Ia menjadikan Anarcha bahan uji coba untuk menemukan teknik operasi fistula vagina, sebuah prosedur yang kemudian menjadi dasar ilmu kandungan modern.

“Setiap kali tubuhnya dibedah, Anarcha menjerit menahan sakit. Tapi tidak ada yang peduli, karena ia hanyalah seorang budak,” demikian catatan dari sejumlah sejarawan medis Amerika Serikat.

Hasil dari penderitaan Anarcha membuat Sims terkenal.

Ia mendapat penghargaan, rumah sakit memakai namanya, dan patung-patung didirikan untuk menghormatinya.

Sebaliknya, nama Anarcha tenggelam dalam diam selama lebih dari satu abad.

Baca Juga:  Hari Ini 426 Tahun Silam, Keumalahayati Tewaskan Cornelis de Houtman dalam Duel Satu Lawan Satu

Kini, sejumlah peneliti dan aktivis hak asasi manusia berupaya mengembalikan nama Anarcha ke tempat yang semestinya.

Sebagai sosok yang jasanya besar dalam perkembangan ilmu kedokteran, meski tanpa pernah diminta atau diakui.

“Tanpa Anarcha, mungkin dunia tidak akan mengenal kemajuan medis seperti sekarang. Tapi harga yang dibayarnya adalah penderitaan yang tak terbayangkan,” tulis sejarawan Deirdre Cooper Owens dalam buku Medical Bondage: Race, Gender, and the Origins of American Gynecology.

Kisah Anarcha menjadi pengingat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan sering lahir dari sisi paling gelap kemanusiaan. (edt)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinilai Banyak Kemajuan, PMI se-Kecamatan Sepakat Zulhardi Z. Latif kembali Pimpin PMI Kota Padang
Gelar Mukerkot 2025, PMI Kota  Padang Perkuat Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Lazismu Kota Padang Salurkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Bencana di Guo Kuranji
Dibuka Asisten I, Baznas Kota Padang gelar Khitan Gratis ke-XI kalinya
Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana
Suami Peduli Nifas: Program Inovatif Ajak Suami Jadi Pendamping Utama Ibu Pasca-Melahirkan
Presiden Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional kepada Rahmah El Yunusiyah, Ini Jasa Besarnya
Rahmah El Yunusiyah, Perintis Pendidikan Perempuan dari Padang Panjang Resmi Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
Intisari Berita: Di balik ketenaran "bapak ginekologi modern" J. Marion Sims, terkuak kisah Anarcha Westcott, budak 17 tahun yang menjalani lebih dari 30 operasi tanpa bius demi penemuan teknik fistula vagina.

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:15 WIB

Dinilai Banyak Kemajuan, PMI se-Kecamatan Sepakat Zulhardi Z. Latif kembali Pimpin PMI Kota Padang

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:41 WIB

Gelar Mukerkot 2025, PMI Kota  Padang Perkuat Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:04 WIB

Lazismu Kota Padang Salurkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Bencana di Guo Kuranji

Senin, 22 Desember 2025 - 12:35 WIB

Dibuka Asisten I, Baznas Kota Padang gelar Khitan Gratis ke-XI kalinya

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:19 WIB

Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana

Berita Terbaru

Olahraga

Mahyeldi: KONI-Dispora Jalan Terus Persiapkan Porprov 2026

Senin, 12 Jan 2026 - 17:05 WIB