Presiden Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional kepada Rahmah El Yunusiyah, Ini Jasa Besarnya

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmah El Yunusiyah (1900–1969), pendiri Diniyah Putri Padang Panjang dan pelopor pendidikan Islam bagi perempuan Indonesia.

Rahmah El Yunusiyah (1900–1969), pendiri Diniyah Putri Padang Panjang dan pelopor pendidikan Islam bagi perempuan Indonesia.

Sumbarpro — Enam dekade setelah wafatnya, perjuangan visioner Rahmah El Yunusiyah resmi diabadikan sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025), Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan gelar prestisius itu kepada sepuluh tokoh, salah satunya perempuan pelopor pendidikan Islam asal Sumatera Barat ini.

​Penganugerahan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116 Tahun 2025 ini mengukuhkan Rahmah El Yunusiyah (1900–1969) sebagai sosok berjasa besar tidak hanya dalam memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga memajukan pendidikan Islam yang secara eksklusif dikhususkan bagi perempuan.

​Pendiri Sekolah Putri Pertama, Inspirasi Al-Azhar

​Lahir di Nagari Bukit Surungan, Padang Panjang, Rahmah tumbuh dalam lingkungan religius.

Tidak puas dengan sistem sekolah yang mencampur murid laki-laki dan perempuan, dengan tekad kuat ia memutuskan memperdalam ilmu agama langsung kepada ulama Minangkabau, sebuah langkah berani yang jarang dilakukan perempuan masa itu.

Baca Juga:  Sapi Kurban Presiden Disiapkan dari Padang Panjang, Bobot Capai 1 Ton

​Gagasan besarnya terwujud pada 1 November 1923 dengan mendirikan Diniyah Putri Padang Panjang, lembaga pendidikan Islam pertama di Indonesia yang dikhususkan bagi perempuan.

Sekolah ini tak hanya mengajarkan ilmu agama, melainkan juga keterampilan praktis demi kemandirian kaum hawa, menjadikannya tonggak penting dalam sejarah pendidikan nasional.

​Kiprahnya bahkan mendapat pengakuan dunia. Pada 1957, dalam kunjungan balasan ke Universitas Al-Azhar, Mesir, Rahmah menerima gelar kehormatan “Syekhah”, gelar yang belum pernah diberikan kepada perempuan sebelumnya.

Inspirasi dari Diniyah Putri juga mendorong Al-Azhar mendirikan Kulliyatul Banat, fakultas khusus perempuan.

​Pejuang Revolusi dan Tahanan Belanda

​Di samping dedikasinya sebagai pendidik, Rahmah adalah pejuang kemerdekaan.

Baca Juga:  Cegah Kerugian Daerah, Padang Panjang Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Ia memimpin Haha No Kai (organisasi perempuan) di masa pendudukan Jepang dan berperan membentuk unit perbekalan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) saat Revolusi Nasional.

Murid-muridnya ia kerahkan untuk membantu logistik, obat-obatan, hingga alat senjata.

​Aktivitas perjuangannya ini menyebabkan Rahmah ditangkap oleh Belanda dan sempat ditahan pada 7 Januari 1949.

Setelah kemerdekaan, ia sempat terpilih menjadi anggota DPR dari Partai Masyumi pada Pemilu 1955, meskipun kemudian memilih fokus pada perjuangan lapangan.

​Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia sebelumnya telah menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipradana secara anumerta pada 13 Agustus 2013.

Kini, perjuangan sang pelopor pendidikan perempuan ini resmi diabadikan sebagai Pahlawan Nasional, meninggalkan warisan abadi melalui Diniyah Putri yang berkembang dari TK hingga perguruan tinggi. (ak)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana
Suami Peduli Nifas: Program Inovatif Ajak Suami Jadi Pendamping Utama Ibu Pasca-Melahirkan
Rahmah El Yunusiyah, Perintis Pendidikan Perempuan dari Padang Panjang Resmi Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
Diikuti 102 Peserta, Kemah Bakti Diklat Pemuda memberi Efek Positif bagi Pecinta Alam
Dari Den Haag, Anies Baswedan Serukan Diplomasi Rendang ke Dunia!
Legenda Kuliner Pasar Raya Padang Hidup Lagi! Bofet Garuda Kembali Setelah 5 Tahun Vakum
Kunjungan Turis Asing Naik, Pariwisata Sumbar Mulai Bangkit
Viral! Pria Berseragam TNI Tolak Bayar Ojol, Ternyata Buruh Lepas

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:19 WIB

Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana

Selasa, 25 November 2025 - 22:50 WIB

Suami Peduli Nifas: Program Inovatif Ajak Suami Jadi Pendamping Utama Ibu Pasca-Melahirkan

Senin, 10 November 2025 - 12:34 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional kepada Rahmah El Yunusiyah, Ini Jasa Besarnya

Senin, 10 November 2025 - 12:23 WIB

Rahmah El Yunusiyah, Perintis Pendidikan Perempuan dari Padang Panjang Resmi Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Sabtu, 8 November 2025 - 07:29 WIB

Diikuti 102 Peserta, Kemah Bakti Diklat Pemuda memberi Efek Positif bagi Pecinta Alam

Berita Terbaru

Opini

Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana

Selasa, 9 Des 2025 - 23:19 WIB

Olahraga

KONI Padang Siap Sukseskan Pelaksanaan Porprov 2026

Senin, 8 Des 2025 - 17:17 WIB