Rahmah El Yunusiyah, Perintis Pendidikan Perempuan dari Padang Panjang Resmi Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmah El Yunusiyah (1900–1969), pendiri Diniyah Putri Padang Panjang dan pelopor pendidikan Islam bagi perempuan Indonesia.

Rahmah El Yunusiyah (1900–1969), pendiri Diniyah Putri Padang Panjang dan pelopor pendidikan Islam bagi perempuan Indonesia.

Sumbarpro — Ketokohan Rahmah El Yunusiyah kembali mendapat pengakuan tertinggi dari negara.

Dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025), Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada sepuluh tokoh, salah satunya perempuan asal Sumatera Barat ini.

Penganugerahan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Rahmah El Yunusiyah dinilai berjasa besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekaligus memajukan pendidikan Islam bagi perempuan.

Dari Bukit Surungan ke Dunia Pendidikan

Rahmah El Yunusiyah lahir di Nagari Bukit Surungan, Padang Panjang, pada 26 Oktober 1900 dari pasangan Muhammad Yunus dan Rafia. Sejak kecil, Rahmah tumbuh dalam lingkungan religius dan penuh semangat belajar.

Ia menempuh pendidikan di Diniyah School, sekolah modern pertama di Sumatera Barat yang dipimpin abangnya, Zainuddin Labay El Yunusy.

Namun, Rahmah merasa kurang puas dengan sistem pendidikan yang mencampurkan murid laki-laki dan perempuan dalam satu kelas.

Dengan tekad kuat, ia memutuskan untuk memperdalam ilmu agama kepada sejumlah ulama Minangkabau.

Langkah itu dianggap berani, sebab pada masa itu perempuan jarang mendapat kesempatan menuntut ilmu agama secara langsung.

Baca Juga:  Wali Kota Padang Panjang Lantik Pengurus Baru TP-PKK

Mendirikan Sekolah Putri Pertama di Indonesia

Dorongan untuk menghadirkan pendidikan khusus bagi perempuan akhirnya melahirkan gagasan besar. Pada 1 November 1923, Rahmah mendirikan Diniyah Putri Padang Panjang, lembaga pendidikan Islam pertama di Indonesia yang dikhususkan bagi perempuan.

Sekolah ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis agar perempuan mampu mandiri.

Gagasannya menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan nasional, membuka ruang bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan setara dengan laki-laki.

Pejuang di Masa Revolusi

Selain sebagai pendidik, Rahmah juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang, ia memimpin Haha No Kai, organisasi perempuan di Padang Panjang yang membantu pasukan Giyugun.

Saat Revolusi Nasional Indonesia berkobar, Rahmah berperan membentuk unit perbekalan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Padang Panjang.

Ia mengerahkan murid-muridnya untuk membantu perjuangan, mulai dari menyiapkan makanan, obat-obatan, hingga alat senjata.

Namun perjuangannya tak berhenti di situ. Pada 7 Januari 1949, Rahmah ditangkap oleh Belanda dan sempat ditahan karena aktivitasnya membantu perjuangan rakyat.

Baca Juga:  Tujuh Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional dari Sumbar, Ini Nama-namanya

Peran Politik dan Pengakuan Dunia

Pasca kemerdekaan, Rahmah tetap aktif dalam pembangunan bangsa. Ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Masyumi pada Pemilu 1955, meski kemudian memilih turun ke lapangan untuk mendukung Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Kiprahnya di dunia pendidikan bahkan diakui dunia Islam. Pada 1955, Imam Besar Al-Azhar Mesir, Abdurrahman Taj, berkunjung ke Diniyah Putri.

Dua tahun kemudian, dalam kunjungan balasan ke Universitas Al-Azhar, Rahmah menerima gelar kehormatan “Syekhah”, gelar yang belum pernah diberikan kepada perempuan sebelumnya.

Inspirasi dari Diniyah Putri juga mendorong Al-Azhar mendirikan Kulliyatul Banat, fakultas khusus perempuan.

Warisan Abadi untuk Pendidikan Perempuan

Rahmah El Yunusiyah wafat pada 26 Februari 1969 di Padang Panjang dalam usia 68 tahun.

Semangat dan gagasannya tetap hidup melalui Diniyah Putri yang kini berkembang menjadi lembaga pendidikan lengkap, dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Atas jasa dan dedikasinya, pemerintah Indonesia lebih dulu menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipradana secara anumerta pada 13 Agustus 2013.

Kini, enam dekade setelah wafatnya, perjuangan Rahmah resmi diabadikan dengan gelar Pahlawan Nasional. (ak)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinilai Banyak Kemajuan, PMI se-Kecamatan Sepakat Zulhardi Z. Latif kembali Pimpin PMI Kota Padang
Gelar Mukerkot 2025, PMI Kota  Padang Perkuat Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Lazismu Kota Padang Salurkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Bencana di Guo Kuranji
Dibuka Asisten I, Baznas Kota Padang gelar Khitan Gratis ke-XI kalinya
Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana
Suami Peduli Nifas: Program Inovatif Ajak Suami Jadi Pendamping Utama Ibu Pasca-Melahirkan
Presiden Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional kepada Rahmah El Yunusiyah, Ini Jasa Besarnya
Diikuti 102 Peserta, Kemah Bakti Diklat Pemuda memberi Efek Positif bagi Pecinta Alam
Intisari Berita: Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada Rahmah El Yunusiyah, pendiri Diniyah Putri Padang Panjang, atas jasanya memajukan pendidikan Islam bagi perempuan dan kontribusinya saat revolusi.

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:15 WIB

Dinilai Banyak Kemajuan, PMI se-Kecamatan Sepakat Zulhardi Z. Latif kembali Pimpin PMI Kota Padang

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:41 WIB

Gelar Mukerkot 2025, PMI Kota  Padang Perkuat Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:04 WIB

Lazismu Kota Padang Salurkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Bencana di Guo Kuranji

Senin, 22 Desember 2025 - 12:35 WIB

Dibuka Asisten I, Baznas Kota Padang gelar Khitan Gratis ke-XI kalinya

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:19 WIB

Membangun (Kembali) Tanah Datar Pascabencana

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Tajuk

Menguji Taji Jenderal Intelijen

Minggu, 5 Jul 2026 - 23:03 WIB

Bentrokan bersejarah antara Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa malam (7/7) pukul 23.00 WIB.

Sepakbola

Prediksi Argentins vs Mesir: Adu Magis Messi dan Salah

Minggu, 5 Jul 2026 - 22:52 WIB

Satu unit truk Colt diesel dengan bak tertutup terpal hitam tampak ringsek di dasar jurang dikawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota. (Ist.)

Peristiwa

Truk Pengangkut Perabot Masuk Jurang di Kelok Sembilan

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:53 WIB