TANAH DATAR, Sumabrpro — Nasib apes dialami Danil (24 tahun), seorang pemuda asal Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Aksi nekatnya membawa kabur sepeda motor curian justru membuatnya babak belur dihakimi massa setelah kendaraan yang dikendarainya mendadak mogok di kawasan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (8/8/2026).
Motor Yamaha Aerox bernomor polisi BA 4935 NA yang dilarikan pelaku merupakan milik Riski (35 tahun), warga Kubu Karambia, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh. Saat kendaraan bermotor itu mati di tengah jalan, Danil sempat berupaya menyalakannya kembali namun gagal total.
Kapolsek Batipuh, Iptu Isral Randi Pratama mengungkapkan, pelaku yang panik kemudian meminta bantuan kepada dua warga setempat, Sawal dan Afdal, untuk menghidupkan mesin sepeda motor dengan cara dijumper. Karena mesin tetap tak mau hidup, mereka akhirnya sepakat mendorong sepeda motor tersebut dengan cara distep.
Afdal bertugas menstep sepeda motor, sedangkan Sawal memboncengkan Danil di motor lain. Di tengah perjalanan, Sawal menaruh curiga pada gerak-gerik serta gelagat Danil yang gelisah hingga akhirnya nekat mengambil tindakan tegas.
“Sawal kemudian membekap leher pelaku dan meninju bagian perutnya hingga pelaku jatuh dari motor,” kata Iptu Isral Randi Pratama, Minggu (9/8/2026).

Usai tersungkur dari atas motor, Danil bangkit dan berusaha melarikan diri menyeberangi area persawahan. Warga setempat yang menyadari aksi pencurian tersebut langsung melakukan pengejaran secara beramai-ramai hingga akhirnya mengepung dan berhasil menangkap pelaku di kawasan Kubu Gadang.
Emosi warga yang tersulut tak terbendung lagi. Pelaku menjadi sasaran amuk massa hingga mengalami luka-luka dan babak belur sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas kepolisian.
Insiden penangkapan dramatis tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di jejaring media sosial Facebook. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan tersangka beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Batipuh,” kata Iptu Isral Randi Pratama. (tbn/*)



