19
TANAH DATAR, KP – Perjuangan adalah sesuatu yang tidak mudah diperoleh, bermanfaat bagi orang banyak, dan dilakukan dengan tulus, sebagaimana dibuktikan para pejuang bangsa di masa lalu. Dulu, para pejuang berjuang dengan segenap jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, saat menghadiri Dialog Perjuangan dan Kebangsaan di Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma, Bukittinggi, Sabtu (9/8).
Wabup Ahmad Fadly mengaku bangga dan bersyukur bisa mengikuti dialog bersama tokoh-tokoh kenamaan di tanah air tersebut. Menurutnya, banyak pesan penting yang disampaikan narasumber.
“Alhamdulillah saya bisa hadir mengikuti dialog ini. Kegiatan yang sangat luar biasa ini memuat banyak materi dan pesan, salah satunya bahwa untuk mencapai negara atau bangsa yang makmur, kita harus memiliki integritas dan rasa tanggung jawab besar kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjuangan harus dilandasi hal-hal yang bermanfaat bagi banyak orang dan dilakukan dengan ketulusan. Makna perjuangan para pendahulu kini bisa diwujudkan dengan upaya menyejahterakan masyarakat.
Dalam momentum HUT ke-80 RI tahun 2025, Wabup berpesan kepada generasi muda agar memaknai perjuangan dengan kesadaran.
“Kondisi pemerintahan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Mari bersama mempertahankan kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif: kembali ke surau, banyak belajar, berbuat baik sesama generasi muda, serta menjauhi narkoba dan penyakit masyarakat lainnya,” pungkasnya.
Dialog tersebut digagas Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, menghadirkan narasumber Meutia Farida Hatta (putri Proklamator M. Hatta), Kombes Pol (Purn) Boy Rafli Amar, Hasril Chaniago, dan Arif Malimudo, serta diikuti tokoh-tokoh dari Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. (yon)
Ahmad Fadlygenerasi mudaHUT ke-80 RIMaknai Perjuangan

















