Sumbarpro — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (4/11/2026), ditopang penurunan tajam harga minyak mentah dunia dan pelemahan indeks dolar AS.
Rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat 28 poin atau 0,15 persen ke level Rp18.132 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp18.160.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia untuk pembukaan Rabu belum diperbarui. Kurs referensi terakhir pada Selasa (3/11/2026) tercatat Rp18.148 per dolar AS, menguat 13 poin dari posisi sebelumnya di Rp18.161.
Angka JISDOR ini menjadi referensi resmi BI untuk transaksi valas di pasar domestik.
Data dari berbagai sumber lain menunjukkan pergerakan yang bervariasi di awal sesi. Kompas dengan data Bloomberg mencatat Rp18.110 per dolar AS, menguat 50 poin atau 0,28 persen.
Kontan mencatat Rp18.115 per dolar AS, menguat 0,25 persen. Katadata dengan data spot Bloomberg mencatat Rp18.134 per dolar AS, menguat 0,14 persen.
Bisnis dengan analisis Doo Financial Futures mencatat Rp18.117 per dolar AS, menguat 0,24 persen. CNBC Indonesia dengan data Refinitiv mencatat Rp18.140 per dolar AS, melemah tipis 0,03 persen dari penutupan Selasa di Rp18.135.
Penguatan rupiah terjadi seiring anjloknya harga minyak mentah dunia lebih dari 7 persen. Brent turun 7,63 persen menjadi 104,77 dolar AS per barel, sementara WTI terkoreksi 7,36 persen menjadi 96,46 dolar AS per barel.
Penurunan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap biaya impor energi Indonesia.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menyebut penguatan rupiah didorong penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah, serta pelemahan indeks dolar AS akibat antisipasi hasil pemilu paruh waktu di AS.
Indeks dolar AS (DXY) terpantau turun 0,49 persen ke posisi 101,368 pada pukul 09.00 WIB.
Meski demikian, Lukman memperkirakan penguatan rupiah masih terbatas seiring sentimen pasar saham domestik yang masih lemah dan arus modal asing yang tertekan oleh masalah domestik terkait status pasar.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS. (edt/*)
