Nilai Tukar Rupiah Senin Pagi, 26 Oktober 2026: Melemah Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak Global

Redaksi
A+A-
Reset
Nilai Tukar Terhadap Dollar AS

Sumbarpro — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026), tertekan eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia.

Rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp18.089 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp18.080.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia untuk pembukaan Senin belum diperbarui. Kurs referensi terakhir pada Jumat (23/10/2026) berada di Rp18.069 per dolar AS, melemah 0,12 persen dari posisi Kamis di Rp18.047.

Angka JISDOR ini menjadi referensi resmi BI untuk transaksi valas di pasar domestik.

Data dari berbagai sumber lain menunjukkan pergerakan serupa di awal sesi. Bloomberg mencatat Rp18.099 per dolar AS, melemah 0,11 persen.

Refinitiv menunjukkan Rp18.050 per dolar AS, melemah 0,06 persen, sementara Analisis Doo Financial Futures menempatkan rupiah di Rp18.084 per dolar AS, terkoreksi 4 poin atau 0,02 persen.

Pelemahan rupiah sejalan dengan kekhawatiran pasar atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak mentah Brent ke level US$116,72 per barel pada akhir pekan lalu.

Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih, tingginya harga energi meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor.

Tekanan terhadap mata uang domestik kian diperberat oleh aksi keluar dana asing di pasar ekuitas domestik yang masih berlanjut, dengan rata-rata harian mencapai Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

Bank Indonesia sendiri menahan suku bunga acuan di 5,75 persen dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00 persen untuk menjaga stabilitas likuiditas.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690