Empat jabatan yang berganti adalah Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam), serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM).
AKBP Umar dilantik sebagai Dirreskrimum, Kombes Pol Siswantoro sebagai Dirreskrimsus, Kombes Pol Tony Pantano sebagai Kabid Propam, dan Kombes Pol Wahyu Rohadi sebagai Karo SDM.
Saat itu, tidak ada yang menyangka bahwa sertijab tersebut menjadi salah satu agenda terakhir Djati sebagai Kapolda Sumbar.
Mutasi Kilat, Tiga Bulan yang Berakhir Cepat
Pada 2 Oktober 2026, Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 menegaskan bahwa Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dimutasi menjadi Perwira Tinggi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan penugasan pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Jabatan Kapolda Sumbar diserahkan kepada Irjen Pol Jawari, yang sebelumnya menjabat Asisten Kapolri Bidang SDM.
Jabatan Djati sebagai Kapolda Sumbar terbilang singkat, hanya sekitar tiga bulan. Ia mulai menjabat pada 4 Juli 2026, menggantikan Komjen Pol Gatot Tri Suryanta yang mendapat penugasan sebagai Sekretaris Utama Lemhannas RI.
Kini, tongkat komando itu berpindah ke tangan Irjen Pol Jawari. Tantangan yang menanti tidak berkurang, PETI masih menjadi pekerjaan rumah, narkoba masih mengintai generasi muda, dan bencana alam masih mengintai di tanah Minang.
Warisan Djati mungkin belum sempat berbuah. Tetapi setidaknya, ia telah menunjukkan arah. Dan arah itu kini menjadi tanggung jawab penerusnya untuk melanjutkan. (ak/*)

