JAKARTA, Sumbarpro – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terus merombak jajaran kepolisian daerah. Dalam dua pekan sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, hampir seluruh Kapolda di Pulau Sumatera sudah diganti.
Dari 10 Polda yang ada di Sumatera, delapan di antaranya kini dipimpin pejabat baru.
Praktis, tinggal dua Kapolda yang belum tersentuh rotasi, yakni Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid. Keduanya sama-sama lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996.
Rotasi Besar-besaran dalam Dua Pekan
Gelombang mutasi pertama terjadi pada 2 Oktober 2026, sehari setelah Suyudi resmi menjabat Kapolri. Melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP/2026, Kapolri mengganti 19 Kapolda di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah Sumatera, enam Polda langsung berganti pimpinan. Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan digeser ke posisi Wakil Inspektorat Pengawasan Umum Polri, digantikan Brigjen Sonny Irawan.
Kapolda Riau Komjen Herry Heryawan dipromosikan menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, posisinya diisi Irjen Arman Achdiat.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Djati Wiyoto Abadhy ditarik ke Baintelkam Polri, digantikan Irjen Jawari.
Kapolda Sumatera Selatan Komjen Sandi Nugroho berpindah menjadi Inspektur Jenderal KP2MI, digantikan Brigjen Rony Samtana.
Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar digantikan Irjen Widodo. Kapolda Kepulauan Riau juga berganti.
Gelombang kedua datang pada 10 Oktober 2026. Melalui Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026, Kapolri kembali memutasi 199 personel.
Dua Kapolda di Sumatera kembali diganti. Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf digeser, posisinya diisi Brigjen Yustan Alpiani.
Kapolda Bangka Belitung Irjen Viktor Theodorus Sihombing digantikan Irjen Agus Wijayanto.
Dengan rotasi itu, delapan dari sepuluh Polda di Sumatera sudah dipimpin pejabat baru. Hanya Aceh dan Bengkulu yang belum tersentuh.
Siapa Dua Kapolda yang Bertahan?
Irjen Pol Ruddi Setiawan menjabat Kapolda Aceh sejak 4 Juli 2026, dilantik Kapolri saat itu Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pria kelahiran Surabaya, 24 September 1974, ini bukan orang baru di Bumi Serambi Mekah. Ia pernah menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh pada 2021 hingga 2022.
Sebelum kembali ke Aceh, Ruddi mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri sejak 27 Februari 2026.
Alumni Akpol 1996 ini berpengalaman panjang di bidang reserse dan dikenal memiliki kedekatan historis dengan Aceh karena dibesarkan di Kutacane.
Sementara Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid menjabat Kapolda Bengkulu sejak 17 Mei 2026, dilantik Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Pria kelahiran Ujungpandang, 22 Agustus 1972, ini punya latar belakang unik. Sebelum berkarier di kepolisian, Yudhi adalah atlet judo nasional yang mewakili Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992.
Ia merupakan lulusan Akpol 1996 dan pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Subang, hingga Karorenmin Bareskrim Polri. Yudhi termasuk salah satu Kapolda termuda di angkatannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri soal alasan kedua Polda itu belum tersentuh rotasi.
Namun, sejumlah analis menilai keduanya dinilai memiliki rekam jejak yang kuat di wilayahnya. Ruddi disebut memahami karakteristik Aceh karena pernah bertugas di sana. Sedangkan Yudhi dikenal sebagai perwira berprestasi dengan pendekatan humanis.
Di sisi lain, Suyudi Ario Seto dan Ruddi Setiawan sama-sama alumni Akpol 1996. Keduanya seangkatan. Begitu pula Yudhi Sulistianto Wahid.
Namun, faktor angkatan ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal. Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar yang juga seangkatan justru diganti pada gelombang pertama.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Johnny juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas. Kepada pejabat baru, ia berharap segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif,” tuturnya.
Menanti Rotasi Berikutnya
Dengan rotasi yang terus berjalan, publik masih menanti apakah Kapolda Aceh dan Bengkulu akan menyusul. Sejumlah sumber menyebut rotasi tahap berikutnya masih mungkin terjadi dalam waktu dekat, terutama menjelang akhir tahun.
Jika keduanya bertahan hingga akhir tahun, mereka akan menjadi dua Kapolda paling lama bertahan di Sumatera pada era Suyudi.
Sebaliknya, jika diganti, tidak akan ada satu pun Kapolda di Sumatera yang tersisa dari periode sebelum Suyudi menjabat.
Gelombang rotasi yang terjadi dalam dua pekan terakhir menunjukkan arah baru Polri di bawah komando Suyudi Ario Seto. (ak/*)
