Tiga Bulan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy di Ranah Minang: Insiden Bom di Sekolah, Galodo Solok, hingga ‘Tangan Besi’ terhadap Anggota Nakal

Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy memimpin Polda Sumatera Barat hanya sekitar tiga bulan. Dua peristiwa besar menguji kepemimpinannya, ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang dan bencana galodo yang menerjang Kabupaten Solok. Ia juga tidak segan memecat belasan anggotanya yang terbukti melanggar. Namun, telegram mutasi datang lebih cepat dari yang diduga.

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.

Tidak Ada Tempat untuk Mafia Tambang

Selain pemecatan anggota, Djati juga menghadapi persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah lama menjadi luka terbuka di Sumatera Barat.

Djati merespons tantangan itu dengan tegas. Pada 4 Agustus 2026, dalam acara “Duduk Basamo Kapolda Jo Insan Pers Se-Sumatera Barat”, ia menyampaikan instruksi langsung kepada jajarannya untuk menindak aktivitas PETI.

Pernyataan paling menohok datang pada 21 Juli 2026. Djati menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima upeti dari tambang ilegal.

“Saya tidak akan menerima upeti tambang ilegal,” tegasnya.

Perang Melawan Narkoba

Selain tambang ilegal, Djati juga menaruh perhatian serius pada pemberantasan narkoba. Pada 17 Juli 2026, ia memimpin pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja di halaman Mapolda Sumbar, didampingi Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar.

Dalam kesempatan itu, Djati menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota kepolisian yang terlibat penyalahgunaan narkotika. “Tidak ada toleransi. Akan saya pecat,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa Polda Sumbar tidak bisa bekerja sendiri dalam perang melawan narkoba. “Sumbar harus bersih narkotika,” tegasnya.

Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral

Sejak hari-hari pertama menjabat, Djati aktif membangun komunikasi dengan berbagai lembaga. Pada 16 Juli 2026, ia berkunjung ke Pengadilan Tinggi Padang untuk bersilaturahmi dengan Ketua Pengadilan Tinggi, Dr. Budi Santoso.

Pasang iklan anda di space ini, hubungi sumbarpro media online portal berita dan informasi terkini di whatsapp 081275690690

Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda silaturahmi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya di Sumbar.

Ia juga membuka pintu bagi organisasi masyarakat sipil. Pada 24 Juli 2026, ia menerima audiensi Ikatan Media Literasi dan Forum (IMLF) serta SatuPena Sumbar.

Djati menyambut baik inisiatif literasi budaya untuk menangkal hoaks dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Penyegaran Organisasi di Akhir Masa Jabatan

Pada 29 September 2026, hanya tiga hari sebelum mutasinya, Djati memimpin serah terima jabatan (sertijab) empat Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar di Ruang Jenderal Soekanto Lantai IV Mapolda Sumbar.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690