PADANG — Pendidikan Dasar Kepemimpinan Siswa Taruna (Diksistar) Angkatan III tahun pelajaran 2026-2027 MAN 1 Padang resmi ditutup, Kamis (27/8/2026).
Upacara penutupan berlangsung di kawasan ABG Waterpark, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dipimpin Kepala MAN 1 Padang, Afrizal.
Dalam sambutannya, Afrizal menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali murid atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah dalam mendidik putra-putri mereka, khususnya melalui program Kelas Taruna.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah mempercayakan pendidikan anak kepada madrasah. Ini adalah amanah besar yang harus kami pertanggungjawabkan,” ujar Afrizal di hadapan para peserta dan orangtua yang hadir.

Afrizal menekankan, proses pembinaan karakter tidak berhenti selepas penutupan kegiatan. Oleh karena itu, orangtua diminta untuk mengawasi, mengawal, melanjutkan, serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar hasil pendidikan selama Diksistar dapat tetap terjaga konsistensinya, baik di lingkungan rumah maupun madrasah.
“Hasil pembinaan fisik, mental, dan kedisiplinan harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Jangan sampai semangat yang sudah terbangun justru kendor setelah kembali ke rumah,” tegasnya.
Afrizal menyampaikan, seluruh peserta didik dinyatakan menyelesaikan program Diksista Angkatan III dengan baik dan dalam kondisi sehat walafiat. Tidak tercatat adanya kendala berarti selama rangkaian kegiatan pembinaan kepemimpinan tersebut berlangsung.
Lebih lanjut, Afrizal berharap program ini mampu menjadi fondasi awal dalam membentuk calon pemimpin masa depan. Ia optimis pembinaan yang terstruktur akan melahirkan generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh secara mental, berdisiplin tinggi, dan berakhlak mulia.
“Kami ingin mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas. Mulai dari pembinaan dasar inilah karakter bangsa kita bangun,” ucapnya.
Tentang Kelas Taruna
Program unggulan yang resmi diperkenalkan pada tahun ajaran 2024–2025 ini dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, berkarakter kuat, dan berdisiplin tinggi.
Kepala MAN 1 Padang, Afrizal, menjelaskan bahwa program ini merupakan terobosan madrasah dalam menjawab tuntutan zaman.
“Kelas Taruna dirancang untuk mempersiapkan siswa agar lolos ke perguruan tinggi berskala internasional, perguruan tinggi negeri favorit, dan sekolah ikatan dinas,” ujarnya.
Untuk mengakomodasi minat dan bakat siswa, tersedia pilihan mulai dari Sains, Robotik, IT, hingga Riset/Research. Para siswa juga dibekali kemampuan bahasa asing secara intensif. Baahkan ditargetkan mampu berkomunikasi 100 persen dalam bahasa Inggris pada semester ketiga.
Seleksi masuk Kelas Taruna pun tergolong ketat. Pada angkatan pertama, hanya 63 siswa yang lolos dari hampir 400 lebih pendaftar.

Mereka kemudian ditempa melalui program Pendidikan Siswa Taruna (Diksistar) yang digelar rutin setiap tahun. Pelatihan fisik, kedisiplinan, dan kepemimpinan diberikan oleh personel TNI AD dari Kodim 0312/Padang.
Untuk angkatan III tahun pelajaran 2026/2027, sebanyak 67 siswa mengikuti Diksistar selama empat hari di ABG Waterpark Lubuk Minturun. Mereka didampingi langsung oleh kakak kelas Taruna XII serta dilatih lima instruktur dari Kodim 0312/Padang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, Tan Gusli, yang menegaskan bahwa Diksistar adalah “persiapan untuk menjadi pemimpin masa depan”.
Afrizal menegaskan bahwa program ini adalah inovasi berkelanjutan yang mendapat dukungan maksimal dari madrasah.
“Program kelas taruna ini jangan sampai patah di tengah jalan, dan harus didukung oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan,” tegasnya.
Dengan hadirnya Program Kelas Taruna, MAN 1 Padang optimistis dapat melahirkan generasi emas Indonesia—pemimpin masa depan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan siap bersaing di kancah global.(Naldi)



