Beranda / Kanal / Nasional / Menanti ‘Kejutan’ dari Pidato Kenegaraan dan RAPBN 2027 Presiden Prabowo

Menanti ‘Kejutan’ dari Pidato Kenegaraan dan RAPBN 2027 Presiden Prabowo

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset

JAKARTA, Sumbarpro – Kompleks parlemen Senayan bakal menggelar puncak agenda ketatanegaraan tahunan berupa Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). Seluruh mata dan telinga bangsa tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Pidato ini dinantikan publik sebagai penanda arah kebijakan pemerintah memasuki tahun ketiga masa jabatannya.

Sidang tahunan kali ini mengusung tema yang selaras dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lazim digelar 16 Agustus, Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan ke Jumat (14/8). Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, perubahan ini bukanlah pemindahan jadwal, melainkan penyesuaian dengan aturan yang mensyaratkan sidang digelar pada hari kerja. Adapun 16 Agustus 2026 jatuh pada hari Minggu.

“Jadi bukan dipindahkan, memang sesuai dengan aturan dilaksanakan pada hari kerja, dan kami melaksanakan insyaallah pada tanggal 14 Agustus hari Jumat dimulai jam 08.30,” ujar Puan dalam konferensi pers usai gladi kotor, Rabu (12/8/2026).

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian akan berlangsung di Gedung Nusantara yang akrab disebut ‘Gedung Kura-kura’.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Sidang diawali dengan pidato Ketua MPR Ahmad Muzani, dilanjutkan pidato Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin. Puncaknya, Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kenegaraan selaku Kepala Negara sekaligus memaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara.

Usai jeda salat Jumat, rangkaian agenda kenegaraan berlanjut dengan Rapat Paripurna DPR RI pada pukul 14.30 WIB. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan.

Dengan demikian, Presiden akan menyampaikan dua pidato dalam sehari, yaitu pidato kenegaraan pagi hari dan pidato penyampaian RAPBN siang hari.

Pidato kenegaraan Presiden Prabowo kali ini dinilai memiliki bobot lebih dari sekadar laporan tahunan. Sejumlah isu strategis diperkirakan akan menjadi sorotan utama.

Pertama, soal Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Pada 3 Agustus 2026 lalu, pimpinan MPR menemui Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR Ahmad Muzani menyerahkan konsep PPHN yang disusun tim bentukan MPR sejak tahun lalu.

Presiden, menurut Muzani, pada prinsipnya mendukung PPHN sebagai pedoman pembangunan ‘lintas pemerintahan’ yang melampaui periodisasi kekuasaan.

Gagasan ini bukan barang baru karena telah dirintis sejak kepemimpinan Taufiq Kiemas di MPR pada 2009, digaungkan PDIP sebagai rekomendasi resmi partai, diperjuangkan agresif oleh Bambang Soesatyo, dan kini dilanjutkan Muzani.

Namun, publik masih menanti apakah pidato Presiden akan memberikan sinyal jelas tentang nasib PPHN yang dinilai sebagian kalangan berpotensi mengubah arsitektur ketatanegaraan Indonesia.

Kedua, laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan capaian pembangunan. Masyarakat menanti evaluasi atas program-program prioritas pemerintah, termasuk janji-janji kampanye yang telah dijalankan.

Ketiga, pidato penyampaian RAPBN 2027 yang akan disampaikan pada siang hari. APBN merupakan instrumen utama pemerintah menjalankan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Pidato ini akan memberikan gambaran tentang rencana pendapatan dan belanja negara serta arah penggunaan anggaran untuk membiayai berbagai program tahun 2027.

Yang paling dinantikan adalah isu kenaikan gaji ASN/PNS. Sebab, dalam pidato pengantar Nota Keuangan RAPBN 2026 yang digelar 15 Agustus 2025 lalu, Presiden sama sekali tidak menyinggung kenaikan gaji PNS secara umum.

Jokowi Hadir, Tamu Istimewa, dan Protokol Baru

Sidang tahunan tahun ini akan dihadiri oleh 732 anggota MPR dari DPR dan DPD. Presiden ketujuh RI Joko Widodo dipastikan hadir.

“Sudah. Insyaallah hadir,” ujar ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, Kamis (13/8).

MPR juga mengundang seluruh presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan pimpinan MPR, DPR, dan DPD, para menteri, duta besar, serta ketua umum partai politik.

Yang menarik perhatian, Presiden Prabowo secara khusus mengundang delapan tamu perwakilan dari para penerima manfaat program strategis pemerintah. Hal ini dinilai sebagai upaya membuka ruang partisipasi publik dalam agenda kenegaraan yang selama ini terkesan eksklusif.

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia memutuskan sidang tahun ini tidak akan mengenakan baju adat. MPR juga akan menyesuaikan pemutaran lagu di Sidang Tahunan 2026 untuk mencegah anggota dewan berjoget, setelah aksi serupa pada tahun lalu yang menuai kritik.

Ketua DPR Puan Maharani berharap seluruh rangkaian Sidang Tahunan MPR dan penyampaian RAPBN 2027 berjalan dengan baik dan lancar.

“Kita berharap semuanya akan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian sidang melalui siaran langsung televisi nasional maupun kanal YouTube Sekretariat Presiden. Pidato kenegaraan Presiden Prabowo dapat disaksikan mulai pukul 08.30 WIB, sementara pidato penyampaian RAPBN 2027 pada pukul 14.30 WIB. (ak/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690
Focus Mode