Sumbarpro — Setelah lima tahun menghilang dari ingatan publik, Bofet Garuda yang merupakan legenda kuliner Pasar Raya Padang sejak era 1980-an, resmi kembali hadir dengan wajah baru.
Kini, generasi ketiga keluarga pemilik, seorang remaja 18 tahun, memimpin kebangkitan warung yang dulu jadi pelarian wajib para “induak-induak” usai berbelanja di pasar.
Bagi warga Padang, terutama generasi X dan milenial, nama Bofet Garuda bukan sekadar tempat makan,tapi bagian dari memori kolektif.
Dulu, di bawah gedung Fase VII Pasar Raya (kini Matahari Department Store), satu petak toko sederhana selalu dipadati pengunjung yang ingin menikmati Soto Padang, Gado-Gado, bistik kentang, atau segelas es tebak yang menyegarkan. Semua dengan harga “manenggang” di kantong.
Tempat itu jadi pelarian wajib setelah lelah berkeliling pasar. Namun, kejayaannya meredup usai gempa besar 2009 yang merusak parah Gedung Fase VII.
Atap bocor, lantai retak, dan pengunjung beralih ke luar gedung. Lama kelamaan, Bofet Garuda sepi hingga akhirnya tutup total pada 2019.
Kini, cerita itu menemukan bab baru.
Setelah Gedung Fase VII rampung direnovasi oleh Pemerintah Kota Padang dengan bantuan dana pusat, Bofet Garuda kembali beroperasi.
Kali ini di lantai dua, sesuai kebijakan Pemko Padang yang menempatkan pedagang kuliner di lantai atas demi mencegah risiko kebakaran.
“Setelah lima tahun vakum, kini Bofet Garuda hadir kembali,” kata Fikru, cucu pendiri sekaligus generasi ketiga pemilik Bofet Garuda, saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/10/2025).
Fikru, yang baru berusia 18 tahun, memilih pulang dari Jakarta tempat keluarganya sempat mengembangkan usaha,untuk merintis kembali warisan kuliner leluhurnya.
Di dapur, resep asli tetap dijaga oleh Vanni, ibunya sekaligus generasi kedua, yang kini memasak dari rumah.
Fikru dan tim bertugas menghidangkan langsung ke meja pengunjung.
Menu? Tetap sama. Rasa? Tak berubah.
- Soto Garuda: Rp20.000
- Gado-Gado, Nasi Goreng, Mie Goreng: Rp15.000
- Minuman (termasuk es tebak): Rp12.000
“Banyak yang bertanya dan mencari kami selama ini. Sekarang, kami kembali dengan kekuatan baru,” ujar Fikru penuh semangat.
Bagi yang rindu suasana Pasar Raya tempo dulu, Bofet Garuda kini siap menyambut. Bukan hanya sebagai tempat makan, tapi sebagai jembatan nostalgia yang masih hangat, harum, dan penuh cerita. (kom)

















