HF Radar Tsunami akan Dipasang di Pantai Pariaman

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HF Radar Tsunami akan Dipasang di Pantai Pariaman

HF Radar Tsunami akan Dipasang di Pantai Pariaman

11

PARIAMAN, KP – Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kepala BMKG Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Suaidi, meninjau lokasi penempatan alat High-Frequency (HF) Radar tsunami di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Minggu (15/6). Peninjauan ini turut didampingi kepala OPD dan camat se-Kota Pariaman.

HF Radar merupakan sistem radar frekuensi tinggi (antara 3–30 MHz) yang digunakan untuk memantau kecepatan dan arah arus permukaan laut serta medan gelombang secara real-time. Teknologi ini sangat penting dalam upaya mitigasi bencana, terutama tsunami.

“Lokasi pemasangan HF Radar ini sangat strategis, mengingat Kota Pariaman berada di zona rawan bencana. Alat ini bukan hanya penting untuk antisipasi tsunami, tetapi juga bermanfaat bagi nelayan untuk mendeteksi keberadaan ikan,” ujar Wako Yota.

Ia menjelaskan, area seluas 300 meter ke kiri dan kanan, serta 30 meter ke belakang dari titik pemasangan alat, akan dikosongkan dari aktivitas pedagang. “Kami sudah berkoordinasi dengan pedagang. Ini bukan penggusuran, tapi langkah preventif demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Christian Rudy Tampung Aspirasi Warga Belakang Pondok

Yota juga mengungkapkan bahwa di Sumatera Barat, HF Radar hanya dipasang di dua lokasi, yakni di Kota Padang (Masjid Al-Hakim) dan Kota Pariaman. Ia berharap masyarakat mendukung penuh pemasangan alat ini dan mendorong BMKG untuk turut memasang sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) di Kota Pariaman. “Dengan posisi kita yang berada di zona megathrust Siberut, keberadaan EWS sangat mendesak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Sumbar, Suaidi, menjelaskan bahwa HF Radar berguna untuk memantau pergerakan tsunami. “Alat ini dapat memberikan peringatan sekitar 30 detik sebelum gempa besar terjadi,” jelasnya.

Menurutnya, alat ini juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan, dengan memberikan informasi lokasi gerombolan ikan secara akurat.

“HF Radar ini merupakan bantuan dari Pemerintah Prancis, diproduksi di Jerman, dan akan dipasang secara teknis pada Februari 2026. Namun persiapan lokasi dimulai Agustus 2025. Sedangkan EWS akan dipasang dalam minggu ini, salah satunya di Kantor Wali Kota Pariaman,” tambahnya.

Baca Juga:  63 Siswa Kelas Taruna MAN 1 Padang Ikuti Diksistar

Setelah pemasangan, BMKG akan melakukan sosialisasi kepada nelayan dan pemangku kepentingan agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Adek Filardi merespon positif adanya rencana pembangunan Alat Pendeteksi Tsunami atau High Frekuensi Radar (HFR) di Kota Pariaman tepatnya di Taman Anas Malik ini.

Adek Filardi menyebutkan, hal ini dirasa sangatlah penting agar masyarakat mengetahui kapan terjadi gempa. “Ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat dari kekhawatiran kita terhadap isu megatrust yang berpotensi di wilayah pesisir pantai Sumatera Barat, karena ini masalah keselamatan kita semua ,” imbuhnya.

Mewakili masyarakat Kelurahan Lohong, Wakil Ketua KAN Kanagarian Pasar ini juga berharap dengan adanya alat HFR ini bangunan yang dibuat nanti juga tidak merusak kawasan wisata pesisir pantai, karena majunya ekonomi masyarakat Kota Pariaman itu dari sektor pariwisata. (mas)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Sumbar, Senin 6 Juli 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Petir
Resmi Diserahterimakan, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Jabat Kapolda Sumbar yang Baru
Pemko Padang Panjang Revitalisasi Kawasan PDIKM
Adu Banteng Mobil Pikap dan Sepeda Motor di Simawang, Dua Orang Meninggal Dunia
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11–13 Desember, Sejumlah Daerah di Sumbar Berisiko Banjir dan Longsor
PJKIP Tanah Datar Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Gunuang Bungsu
Kejar Deadline 10 Desember, Tim SAR Geber Cari Korban di Jembatan Kembar
Satreskrim Polres Pessel Peringati Hari Jadi ke-78 dengan Bakti Sosial

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:19 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar, Senin 6 Juli 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:11 WIB

Pemko Padang Panjang Revitalisasi Kawasan PDIKM

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:51 WIB

Adu Banteng Mobil Pikap dan Sepeda Motor di Simawang, Dua Orang Meninggal Dunia

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:00 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11–13 Desember, Sejumlah Daerah di Sumbar Berisiko Banjir dan Longsor

Senin, 8 Desember 2025 - 23:19 WIB

PJKIP Tanah Datar Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Gunuang Bungsu

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Tajuk

Menguji Taji Jenderal Intelijen

Minggu, 5 Jul 2026 - 23:03 WIB

Bentrokan bersejarah antara Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa malam (7/7) pukul 23.00 WIB.

Sepakbola

Prediksi Argentins vs Mesir: Adu Magis Messi dan Salah

Minggu, 5 Jul 2026 - 22:52 WIB

Satu unit truk Colt diesel dengan bak tertutup terpal hitam tampak ringsek di dasar jurang dikawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota. (Ist.)

Peristiwa

Truk Pengangkut Perabot Masuk Jurang di Kelok Sembilan

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:53 WIB