Ekspor Sumbar Januari–Juli 2025 Tembus US$1,59 Miliar, Naik 36,96 Persen

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Sumbar Januari–Juli 2025 naik 36,96 persen menjadi US$1,59 miliar. India jadi tujuan utama dengan komoditas crude palm oil, sementara impor didominasi Singapura dan Malaysia. (Foto: BPS Sumbar)

Ekspor Sumbar Januari–Juli 2025 naik 36,96 persen menjadi US$1,59 miliar. India jadi tujuan utama dengan komoditas crude palm oil, sementara impor didominasi Singapura dan Malaysia. (Foto: BPS Sumbar)

Sumbarpro – Provinsi Sumatera Barat mencatat kinerja ekspor positif pada Januari–Juli 2025. Nilai ekspor mencapai US$1.593,43 juta, naik 36,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Khusus pada Juli 2025, nilai ekspor Sumbar mencapai US$314,68 juta, tumbuh signifikan 114,72 persen dibanding Juli 2024.

Komoditas Ekspor Utama

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Senin (1/9/2025), dari sepuluh komoditas utama, ekspor terbesar ditopang oleh golongan berbagai produk kimia (HS 38) yang naik hingga 91,30 persen menjadi US$50,65 juta.

Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah sari bahan samak dan celup (HS 32), turun 16,02 persen atau setara US$26,56 juta.

Negara Tujuan Ekspor

Dalam periode tujuh bulan pertama 2025, India menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$516,64 juta atau 32,42 persen dari total ekspor. Disusul oleh Pakistan sebesar US$358,14 juta (22,48 persen), dan Bangladesh sebesar US$149,68 juta (9,39 persen).

Komoditas utama yang diekspor ke India adalah crude palm oil (CPO), yang tetap menjadi tulang punggung ekspor Sumbar.

Baca Juga:  Aktivitas Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Sumbar Masih Lesu pada Agustus 2025

Ekspor Berdasarkan Sektor

Jika ditinjau dari sektornya, ekspor Sumatera Barat sepanjang Januari–Juli 2025 menunjukkan pergerakan sebagai berikut:

  • Industri pengolahan naik 38,77 persen, terutama dari produk minyak kelapa sawit.

  • Pertanian naik 5,14 persen, didorong peningkatan ekspor buah-buahan.

  • Pertambangan turun tajam 80,23 persen akibat melemahnya ekspor bahan bakar mineral.

Pada Juli 2025 saja, ekspor industri pengolahan meningkat drastis 124,05 persen dibanding Juli 2024. Namun, ekspor produk pertanian turun 16,98 persen. Untuk sektor pertambangan, tidak terdapat ekspor pada Juli 2024, sehingga tidak ada perbandingan.

Perkembangan Impor

Dari sisi impor, nilai barang masuk ke Sumbar Januari–Juli 2025 tercatat US$290,62 juta, naik tipis 2,98 persen dibandingkan periode sama 2024.

Pada Juli 2025, nilai impor mencapai US$65,48 juta, naik 38,86 persen dibanding Juli tahun sebelumnya.

Berdasarkan golongan barang, impor pupuk mencatat kenaikan terbesar menjadi US$20,55 juta (naik 59,43 persen). Sebaliknya, impor mesin-mesin/pesawat mekanik mengalami penurunan terbesar, turun 18,89 persen menjadi US$6,37 juta.

Negara Pemasok Impor

Lima negara pemasok utama barang impor ke Sumatera Barat sepanjang Januari–Juli 2025 adalah:

  1. Singapura US$117,16 juta (40,31 persen)

  2. Malaysia US$89,46 juta (30,78 persen)

  3. Brasil US$32,01 juta (11,01 persen)

  4. Kanada US$20,80 juta (7,16 persen)

  5. Tiongkok US$8,83 juta (3,04 persen)

Baca Juga:  Kunjungan Turis Asing Naik, Pariwisata Sumbar Mulai Bangkit

Barang Impor Menurut Penggunaannya

Dilihat dari penggunaannya, impor bahan baku/penolong mendominasi dengan nilai US$288,32 juta, naik 14,24 persen dibanding Januari–Juli 2024.

Sebaliknya, impor barang konsumsi dan barang modal mengalami penurunan tajam. Barang konsumsi hanya tercatat US$0,02 juta (turun 99,93 persen), sedangkan barang modal menjadi US$2,28 juta (turun 63,70 persen).

Analisis Perdagangan Luar Negeri Sumbar

Secara keseluruhan, kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Barat pada periode Januari–Juli 2025 menunjukkan surplus yang kuat. Ekspor tumbuh pesat, terutama dari industri pengolahan berbasis kelapa sawit, meski ada penurunan di sektor pertambangan.

Dari sisi impor, meskipun terjadi kenaikan, pertumbuhan tidak sebesar ekspor. Hal ini membuat neraca perdagangan Sumbar masih dalam kondisi positif, dengan dominasi ekspor ke pasar India, Pakistan, dan Bangladesh. (ak)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kredit Motor? Ini Saran Dosen Ekonomi UIN Mahmud Yunus Batusangkar
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Senin 13 Oktober 2025: Naik di Semua Denominasi
Inflasi Sumbar September 2025 Capai 4,22 Persen, Sektor Pangan dan Perawatan Pribadi Jadi Pendorong Utama
Tingkat Hunian Hotel di Sumbar Turun Jadi 44,18 Persen, Wisata Melemah?
NTP Sumbar September 2025 Turun, Petani Kian Tertekan
Impor Sumbar Melejit 7,56 Persen, Singapura dan Malaysia Dominasi Pasokan
Ekspor Sumbar Melejit 36 Persen, India Jadi Tujuan Utama Sepanjang 2025
Kereta Api Sumbar Lesu di Penumpang, Namun Angkut Barang Melejit 50 Persen!

Berita Terkait

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:34 WIB

Kredit Motor? Ini Saran Dosen Ekonomi UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Senin, 13 Oktober 2025 - 08:50 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Senin 13 Oktober 2025: Naik di Semua Denominasi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 03:53 WIB

Inflasi Sumbar September 2025 Capai 4,22 Persen, Sektor Pangan dan Perawatan Pribadi Jadi Pendorong Utama

Selasa, 7 Oktober 2025 - 03:34 WIB

Tingkat Hunian Hotel di Sumbar Turun Jadi 44,18 Persen, Wisata Melemah?

Selasa, 7 Oktober 2025 - 03:24 WIB

NTP Sumbar September 2025 Turun, Petani Kian Tertekan

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Tajuk

Menguji Taji Jenderal Intelijen

Minggu, 5 Jul 2026 - 23:03 WIB

Bentrokan bersejarah antara Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa malam (7/7) pukul 23.00 WIB.

Sepakbola

Prediksi Argentins vs Mesir: Adu Magis Messi dan Salah

Minggu, 5 Jul 2026 - 22:52 WIB

Satu unit truk Colt diesel dengan bak tertutup terpal hitam tampak ringsek di dasar jurang dikawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota. (Ist.)

Peristiwa

Truk Pengangkut Perabot Masuk Jurang di Kelok Sembilan

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:53 WIB