PADANG, Sumbarpro – Sebanyak 60 calon praja asal Sumatera Barat resmi melewati salah satu rintangan terberat dalam seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2026.
Berdasarkan Keputusan Rektor IPDN Nomor 800.1.2.8 – 435 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 24 Oktober 2026, puluhan pemuda-pemudi Ranah Minang ini dinyatakan lulus dalam Tahapan Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran.
Mereka kini berhak melaju ke tahap Seleksi Penentuan Akhir. Keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor IPDN, Halilul Khairi.
Secara nasional, terdapat 1.820 peserta yang dinyatakan lulus di tahapan ini. Khusus untuk klaster Sumatera Barat, nama-nama yang lulus telah diurutkan berdasarkan nilai pembobotan akhir.
Dari data yang dihimpun, Rystia Nayla Cemroni Putri berhasil menempati urutan teratas di wilayah Sumbar dengan nilai pembobotan mencapai 83,83.
Disusul oleh Nabilla Syaqinah di posisi kedua dengan nilai 83,41, dan Fachrialdi Anwar di posisi ketiga dengan nilai 83,31.
Sementara itu, nama-nama lain seperti Farras Syifa Az Zahra, Marsha Dia Belfa, hingga Jihan Aulia Ramadhani juga memastikan langkah mereka ke tahap selanjutnya.
Untuk melihat daftar peserta yang lolos seleksi Tahapan Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran, klik link ini.
Nilai pembobotan tersebut bukan angka sembarangan. Panitia menghitungnya menggunakan formula khusus yang menggabungkan empat komponen tes, yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Tes Kompetensi Bidang (TKB), tes Kesehatan (Kes), dan tes Psikologi (Psi).
Bobot terbesar memang berada pada TKB sebesar 40 persen, disusul Psikologi 25 persen, SKD 20 persen, dan Kesehatan 15 persen.
Tes psikologi, integritas, dan kejujuran ini sendiri digelar oleh Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagi para peserta, lolosnya mereka di tahap ini menandakan bahwa kepribadian dan integritasnya telah tersaring dengan baik.
Meski begitu, perjuangan belum usai. Seluruh peserta yang lulus tes psikologi ini selanjutnya akan ditetapkan sebagai Peserta Tahapan Seleksi Penentuan Akhir. Artinya, persaingan masih sangat ketat untuk memperebutkan kursi calon praja.
Kepada seluruh peserta yang lulus, panitia mengingatkan agar terus mempersiapkan diri secara maksimal, menjaga kesehatan, dan tetap fokus.
Bagi yang belum lolos, perjuangan di dunia pelayanan publik masih terbuka lebar melalui jalur lainnya.
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. (ak/*)
