Sumbarpro — Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Azka Nabilla Azzahra. Meski harus jauh dari orang tua dan tinggal bersama nenek di Padang, siswi kelas X SMK Kesehatan Gema Nusantara Sumatera Barat ini tetap konsisten meraih juara.
Remaja kelahiran 4 November 2011 yang sehari-hari biasa dipanggil Tata itu kini merajut mimpi melanjutkan pendidikan ke Universitas Monash, Australia atau University of Toronto, Kanada.
Tata memulai pendidikannya di SD IT Auladina Subulussalam. Sejak bangku sekolah dasar, ia tercatat selalu meraih juara 1. Fondasi akademik yang kuat itu berlanjut ketika ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kluet Utara. Di jenjang inilah Tata mencatat pencapaian yang jarang dimiliki siswa seusianya dengan menjadi juara umum selama tiga tahun berturut-turut.
Prestasi di bidang bahasa Inggris kemudian membawanya ke kompetisi yang lebih luas. Pada tahun 2024, Tata meraih Juara 3 Olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Kompetisi Nasional (LKN).
LKN merupakan lembaga yang menyelenggarakan olimpiade sains dan bahasa bagi siswa, dengan cabang lomba yang mencakup Matematika, Bahasa Inggris, IPS, dan IPA. Capaian itu membuktikan bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya mampu bersaing di level nasional.
Setahun kemudian, pada 2025, Tata kembali menorehkan prestasi di tingkat daerah dengan meraih Juara 3 Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Prestasi ini memperkuat rekam jejaknya sebagai siswa yang konsisten di bidang bahasa, sekaligus menunjukkan bahwa kemampuannya tidak lekang oleh perpindahan lingkungan pendidikan.
Jauh dari Orang Tua, Tetap Dekat dengan Prestasi
Saat ini Tata tinggal di Padang bersama neneknya. Ini adalah pertama kalinya ia jauh dari orang tua. Ayahnya, Yuliardi, adalah Kepala SMPN 1 Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Ibunya, Nova Wiranda, adalah guru IPS di SMPN 1 Kluet Utara. Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai pendidik menjadi latar belakang kuat yang ikut membentuk disiplin dan orientasi akademik Tata.

Orangtua Tata, Yuliardi dan Nova Wiranda.
Meski harus berpisah dari ayah dan ibunya, jarak tidak membuat prestasi Tata surut. Justru, ia membuktikan bahwa kemandirian yang dituntut oleh situasi tersebut dapat dikelola dengan baik. Tata tetap menjalani rutinitas belajar di SMK Kesehatan Gema Nusantara Sumatera Barat, sekolah yang memiliki komitmen pada pendidikan kesehatan dan telah mencatat berbagai prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Menatap Monash dan Toronto
Di balik deretan prestasi yang telah diraih, Tata menyimpan target jangka panjang yang jelas untuk meraih beasiswa kuliah ke Universitas Monash di Australia atau University of Toronto di Kanada.
Pilihannya bukan tanpa alasan. Monash University dikenal sebagai salah satu kampus dengan kekuatan di bidang kesehatan dan ilmu medis.
Dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026, Monash juga menempati peringkat ke-27 dunia untuk Medical and Health dan ke-2 di Australia untuk bidang tersebut; sementara Pharmacy and Pharmacology-nya berada di peringkat ke-2 dunia. Life Sciences and Medicine secara keseluruhan berada di posisi ke-26 dunia.
Sementara itu, University of Toronto (U of T) adalah kampus terbaik di Kanada untuk bidang medis dan kesehatan. Dalam Times Higher Education World University Rankings by Subject 2026, U of T menempati peringkat ke-9 dunia untuk Medical and Health yang telah dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut, dan peringkat pertama di Kanada untuk 11 bidang studi utama yang dilacak.
Bagi Tata, yang saat ini menempuh pendidikan di SMK Kesehatan, kedua kampus tersebut merupakan tujuan yang selaras dengan bidang yang sedang ia tekuni.
Perjalanan Tata dari SD IT Auladina Subulussalam, SMP Negeri 1 Kluet Utara, hingga SMK Kesehatan Gema Nusantara Sumatera Barat menunjukkan pola yang konsisten bahwa ia tidak hanya berprestasi di satu titik, tetapi menjaga momentum dari jenjang ke jenjang.
Prestasi juara umum tiga tahun di SMP, Juara 3 olimpiade bahasa Inggris tingkat nasional, dan Juara 3 tingkat kabupaten adalah bukti konkret.
Tentu, jalan menuju Monash atau Toronto masih panjang. Diperlukan persiapan akademik, kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, serta strategi beasiswa yang matang. Namun, rekam jejak Tata sejauh ini terutama kemampuannya mempertahankan prestasi meski harus hidup jauh dari orang tua, menunjukkan modal awal yang tidak kecil.
Ia adalah contoh siswa yang tumbuh dalam lingkungan pendidik, menempa diri melalui kompetisi, dan berani menetapkan target melampaui batas geografis kampung halamannya. (ak/*)
