PADANG, Sumbarpro — Satuan Tugas Daerah Saber Pelanggaran Pangan Sumatera Barat menggelar operasi pengawasan dan pengecekan harga bahan pokok secara serentak di 19 kabupaten dan kota, Kamis (22/10/2026).
Pemantauan langsung ke pasar tradisional, toko grosir, hingga ritel modern ini difokuskan untuk mengawal keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan komoditas pangan masyarakat tetap aman.
Operasi yang dipimpin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar itu turut melibatkan tim gabungan Bapanas, Perum Bulog, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, DPMPTSP, serta jajaran Satreskrim Polres dan dinas terkait di tingkat daerah.
Petugas memeriksa kepatuhan pedagang terhadap pelaksanaan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dan Minyakita. Selain itu, tim memantau penerapan Harga Acuan Penjualan (HAP untuk komoditas daging, telur, serta cabai guna memutus potensi penimbunan maupun permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Siswantoro menegaskan, hasil pemeriksaan tim di lapangan menunjukkan stok bahan pokok di wilayah Sumatera Barat secara umum berada pada kondisi relatif aman dan stabil.
“Namun, kami menemukan beberapa variasi harga komoditas lokal dan ketersediaan stok yang berbeda di tiap daerah. Oleh karena itu, selain pemantauan harga, tim gabungan juga memberikan imbauan serta pembinaan langsung kepada para pedagang agar tetap mematuhi ketentuan HET dan HAP yang ditetapkan pemerintah,” ujar Siswantoro dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, sinergi antarinstansi dalam Satgas Pangan ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam mengawal program ketahanan pangan nasional di daerah.
“Polda Sumbar melalui Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap fluktuasi harga serta rantai distribusi bahan pokok. Kami mengimbau kepada para distributor maupun pedagang untuk tidak melakukan spekulasi harga yang dapat memberatkan masyarakat,” kata Susmelawati.
Ia memastikan pengawasan jalur distribusi pangan akan terus diperketat secara berkala. Hasil evaluasi di tingkat daerah ini selanjutnya dilaporkan langsung kepada Satgas Pangan Pusat guna menjaga kondusifitas pasokan. (ak/*)
