Beranda / Opini / Editorial / Pasca-Galodo Solok

Pasca-Galodo Solok

Redaksi
A+A-
Reset
Editorial Media Online Sumbarpro

BANJIR bandang yang menerjang Kabupaten Solok menyisakan duka mendalam. Rumah rusak, harta benda hilang, dan warga terpaksa mengungsi.

Kementerian Sosial bergerak cepat. Dapur umum didirikan. Logistik kebutuhan dasar disalurkan. Menteri Sosial memastikan penanganan darurat berjalan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Semua itu patut diapresiasi. Di saat rakyat kesusahan, negara hadir. Itulah yang seharusnya terjadi.

Namun, justru di situlah pekerjaan berat dimulai. Kementerian Sosial sudah menyiapkan langkah lanjutan. Ada program pemulihan sosial ekonomi. Ada bantuan perbaikan hunian bagi rumah yang rusak.

Bantuan akan disalurkan berdasarkan data riil di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Pengalaman di banyak daerah menunjukkan bantuan pasca-bencana sering bermasalah. Datangnya lambat. Jumlahnya tidak sesuai. Sasaran penerimanya salah.

Ada yang rumahnya rusak berat tetapi tidak dapat bantuan. Ada yang rumahnya rusak ringan tetapi justru dapat lebih banyak. Ada juga yang bukan korban tetapi ikut menerima.

Ini terjadi karena data tidak akurat. Pendataan dilakukan terburu-buru. Verifikasi tidak ketat. Akibatnya, bantuan tidak tepat sasaran. Rakyat yang benar-benar membutuhkan justru terlewat.

Karena itu, Kementerian Sosial harus memastikan pendataan benar-benar dilakukan dari rumah ke rumah.

Jangan hanya mengandalkan laporan lisan atau data yang tersaji di atas meja. Libatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat. Mereka yang tahu siapa saja warganya yang terdampak.

Buka juga saluran pengaduan. Jika ada warga yang merasa tidak adil, mereka bisa melapor. Awasi penyaluran bantuan agar tidak ada pungutan liar atau permainan oknum.

Bantuan bencana adalah hak rakyat. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan orang lain.

Rumah yang rusak berat harus dibangun ulang dengan layak. Rumah yang rusak sedang dan ringan harus diperbaiki. Jangan biarkan warga menunggu terlalu lama. Mereka butuh tempat tinggal yang aman, terutama anak-anak dan orang tua.

Jika perlu, libatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Selain lebih murah, hasilnya juga lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pemulihan sosial ekonomi tidak kalah penting. Banyak warga kehilangan mata pencaharian. Sawah tertimbun lumpur. Warung hancur. Ternak hilang. Mereka butuh modal untuk memulai kembali.

Pemerintah juga harus menyediakan bantuan usaha produktif. Beri pelatihan keterampilan. Buka akses pasar.

Jangan hanya memberi bantuan tunai yang habis dalam beberapa hari. Bantuan harus bersifat memberdayakan. Agar warga bisa bangkit dan mandiri.

Tapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Bencana ini terjadi berulang kali. Kalau hanya bantuan darurat yang diberikan tanpa memperbaiki akar masalah, bencana akan terus datang.

Kerusakan hutan di hulu harus diperbaiki. Tata ruang harus ditertibkan. Penegakan hukum terhadap perusak lingkungan harus tegas.

Pemerintah pusat dan daerah harus duduk bersama mencari solusi jangka panjang. Jangan hanya sibuk menangani korban, tetapi lupa mencegah korban berikutnya.

Negara harus hadir sampai pemulihan benar-benar tuntas. Bencana adalah ujian bagi kita semua. Mari buktikan bahwa kita semua peduli. *

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690