Beranda / Pendidikan / Hadiah OSN 2026 Tidak Jadi Dipangkas Usai Dikecam Warganet

Hadiah OSN 2026 Tidak Jadi Dipangkas Usai Dikecam Warganet

Redaksi
A+A-
Reset
Mendikdasmen

JAKARTA, Sumbarpro — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akhirnya menaikkan kembali nominal hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 setelah sebelumnya diterpa kritik keras dari publik.

Keputusan ini sekaligus menganulir pemangkasan hadiah hingga 80 persen yang sempat membuat para juara OSN jenjang SD dan SMP hanya menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta untuk medali emas, Rp2 juta perak, dan Rp1 juta perunggu.

Pemangkasan ini menuai kecaman luas di media sosial. Warganet membandingkan langsung dengan hadiah OSN 2025 yang jauh lebih besar, yakni Rp 15 juta untuk medali emas, Rp 10 juta untuk perak, dan Rp 5 juta untuk perunggu.

Salah satu komentar di media sosial Puspresnas menyebut, “Terjun bebas dari 15 juta jadi 3 juta… Setidak berharga itu anak-anak pinter itu dihargai tahun ini”.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas pemangkasan tersebut.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Ia mengakui bahwa Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengalami pengurangan anggaran yang signifikan sehingga berdampak langsung pada nominal hadiah.

“Karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas, sehingga mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan,” ujar Mu’ti dalam keterangannya dikutip Rabu (23/9/2026).

Ia pun berjanji mencari skema pembiayaan baru dari sumber lain agar kejadian serupa tidak terulang.

Saat menutup OSN jenjang pendidikan menengah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 19 September 2026, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa hadiah OSN tidak jadi diturunkan.

“Kami ingin menegaskan di forum ini, hadiah Olimpiade ini kami berikan sama jumlahnya dengan OSN tahun 2025,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik.

Abdul Mu’ti memastikan pemerintah akan memperbaiki sistem OSN dan meningkatkan nominal hadiah pada 2027.

“Mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya dapat kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak melihat hadiah semata, karena para juara OSN akan mendapatkan prioritas dalam seleksi penerima beasiswa, termasuk dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Adapun rincian hadiah OSN 2026 yang berlaku saat ini:

  • Jenjang SD/MI dan SMP/MTs (3 cabang): medali emas Rp 15 juta, perak Rp 10 juta, perunggu Rp 5 juta.
  • Jenjang SMA/MA/SMK (9 cabang): medali emas Rp 25 juta, perak Rp 20 juta, perunggu Rp 15 juta.

Kecurangan di OSN 2026 Ikut Disorot

Kontroversi tidak berhenti pada besaran hadiah. Puspresnas juga mengumumkan sanksi tegas bagi peserta yang terbukti melakukan kecurangan selama OSN 2026 berlangsung.

Pelanggaran berat seperti penggunaan perangkat terlarang, membawa alat komunikasi, hingga memotret soal dapat berakibat pada diskualifikasi langsung, pembatalan seluruh hasil kompetisi, hingga pencabutan status peserta.

Sekolah yang terlibat kecurangan serius juga berisiko diblacklist dari keikutsertaan OSN di tahun-tahun mendatang.

Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menambahkan bahwa apresiasi bagi siswa berprestasi tidak berhenti pada pemberian hadiah.

Puspresnas terus mendampingi para talenta berprestasi agar memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dan mengikuti kompetisi tingkat internasional. (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690