PADANG, Sumbarpro — Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan III-2026 mencatat pertumbuhan tipis 0,02 persen secara kuartalan (q-to-q).
Meski demikian, secara tahunan (y-on-y), ekonomi provinsi ini tumbuh 4,69 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp96,75 triliun.
Pertumbuhan 0,02 persen secara q-to-q tersebut didorong oleh kinerja ekspor luar negeri yang naik 31,85 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,72 persen.
Namun, konsumsi pemerintah terkontraksi 4,35 persen dan konsumsi rumah tangga turun 0,19 persen.
Dari sisi produksi, Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,89 persen.
Secara y-on-y, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh paling tinggi mencapai 16,61 persen. Sektor pertanian yang mendominasi struktur ekonomi Sumbar dengan peran 22,52 persen juga tumbuh 3,45 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat Nurul Hasanudin menyatakan bahwa ekspor luar negeri menjadi komponen pendorong utama pertumbuhan pada triwulan ini.
“Pertumbuhan ini didorong oleh komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 25,17 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Secara kumulatif Januari hingga September 2026 (c-to-c), ekonomi Sumatera Barat tumbuh 4,75 persen. Sementara secara spasial, Sumatera Barat menyumbang 6,46 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera.
Posisi pertumbuhan ekonomi Sumbar berada di urutan keenam dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera, di bawah Kepulauan Riau yang tumbuh 7,52 persen dan Sumatera Selatan sebesar 5,06 persen. (ak/*)
