Proyek Tanggul Batang Sianok Senilai Rp1,9 Miliar Ditargetkan Tuntas Desember

Redaksi
A+A-
Reset
Pekerja menyelesaikan pembangunan dinding penahan dan perataan tanggul Sungai Batang Sianok di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

AGAM, Sumbarpro — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp106,88 miliar untuk pembangunan tanggul pengaman sungai di berbagai kawasan terdampak bencana.

Salah satu proyek yang tengah dikebut adalah Pembangunan Tanggul Sungai Batang Sianok di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Proyek senilai Rp1,9 miliar di bawah kendali Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar ini dibiayai melalui dana Transfer Ke Daerah (TKD) Tambahan dari pemerintah pusat.

Dana ini dikucurkan agar daerah memiliki ruang anggaran dalam mempercepat pemulihan dan rekonstruksi fasilitas umum pascabencana.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian mengingatkan agar pemerintah daerah bergerak cepat memanfaatkan alokasi TKD Tambahan untuk penguatan sarana fisik.

“Jangan sampai enggak dimanfaatkan. Tujuan kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” kata Tito, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (26/10/2026).

Secara keseluruhan, Pemprov Sumbar menerima tambahan TKD mencapai Rp534 miliar. Dinas SDABK mengelola porsi terbesar yakni Rp195,10 miliar untuk 75 program strategis.

Dari jumlah tersebut, Rp115,34 miliar difokuskan pada pengamanan pantai dan sungai, termasuk pembangunan tanggul.

Selain itu, dana Rp49,60 miliar dialokasikan untuk sektor irigasi, termasuk rehabilitasi Irigasi Batang Sianok sepanjang 1,6 kilometer senilai Rp3 miliar.

Pengerjaan tanggul Batang Sianok sendiri telah dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 7 September lalu.

Kontraktor pelaksana dari CV Sapta Karya, Andi, menjelaskan bahwa struktur dinding penahan air tersebut dirancang selebar 10 meter.

“Lebar tanggul dirancang 10 meter. Selain untuk menahan luapan air sungai, pada tepi tanggul disiapkan sebagai jalan akses untuk mobilitas warga serta pemeliharaan alur sungai,” terang Andi.

Saat ini, capaian fisik pengerjaan telah menyentuh 30 persen dengan pengerahan 40 pekerja di lapangan. Proyek infrastruktur ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Desember mendatang.

Sementara itu, Wali Nagari Balingka Aljumpati Agus menyampaikan bahwa keberadaan tanggul ini sudah lama dinantikan masyarakat.

Pasalnya, luapan air Batang Sianok saat curah hujan tinggi di hulu sering menghantam area pertanian warga.

“Pembangunan tanggul ini sangat mendesak bagi masyarakat Balingka. Sebab, kalau curah hujan di hulu sedang tinggi dan air Batang Sianok membesar, alirannya meluap sampai menghantam area persawahan warga. Sudah lebih dari 15 hektar lahan sawah produktif yang rusak karena belum ada tanggul penahan air di titik ini,” ungkap Aljumpati.

Aliran Batang Sianok membentang sepanjang 4,77 kilometer dan menjadi sumber pengairan utama bagi 562,88 hektare lahan pertanian warga.

Perbaikan alur sungai dan jaringan irigasi ini diharapkan mampu mengamankan pasokan air sekaligus melindungi perekonomian petani lokal. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690