Terhenti di Delapan Besar Piala Asia. Erick Thohir: Kita Persiapkan Lebih Matang untuk Piala Dunia U-17

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terhenti di Delapan Besar Piala Asia. Erick Thohir: Kita Persiapkan Lebih Matang untuk Piala Dunia U-17

Terhenti di Delapan Besar Piala Asia. Erick Thohir: Kita Persiapkan Lebih Matang untuk Piala Dunia U-17

Jakarta, Sumbarpro

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tetap salut atas prestasi yang ditorehkan Putu Panji dkk di Piala Asia U-17 2025 yang digelar di Arab Saudi. Meski anak asuh coach Nova Arianto urung mengulang prestasi menginjak semifinal ajang serupa di tahun 1990, Erick mengapresiasi perjuangan Garuda Muda yang berhasil menjuarai grup C di babak penyisihan dengan mencetak tiga kemenangan beruntun.

Satu-satunya kekalahan dialami Timnas U-17 saat menghadapi Korea Utara U-17 dengan skor, 0-6 di perempat final yang berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Senin (14/4/2025) malam.

“Harus diakui babak delapan besar memang berat. Lihat bagaimana Jepang dikalahkan Arab Saudi melali adu pinalti. Lalu kemunculan kekuatan baru, seperti Uzbekistan yang konsisten permainannya, baik yunior dan senior serta bisa mengalahkan kekuatan Asia lainnya. Model pembinaan berkelanjutan seperti itulah yang harus kita temukan agar bisa seperti Jepang, Korsel, dan kini Uzbekistan,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin (14/4).

Baca Juga:  Erick Thohir: Piala Presiden Ajang Promosi Pemain Indonesia kepada Klub Luar Negeri

Walau demikian, Erick tetap meminta para pemain dan tim pelatih Kembali ke tanah air dengan kepala tegak karena mampu berkompetisi dengan baik dan meraih tiket ke Piala Dunia U-17, November mendatang di Qatar, melalui babak kualifikasi. Bahkan, secara khusus, ia juga meminta pecinta bola dan netizen jangan menghukum pemain karena kalah, atau membully, bahkan memecah belah pemain serta tim pelatih

“Jangan hukum mereka karena kalah. Mereka anak-anak muda dan jalan mereka masih panjang. Terlebih mereka mencetak prestasi bagus loh. Luar biasa! dan harus dihargai sebagai pencapaian pribadi yang tinggi. Apalagi beberapa pemain berasal dari keluarga yang sederhana dan menjalani hidup yang pas-pasan. Ini perjuangan besar mereka sebagai pribadi dan orang tuanya agar bisa menjadi pemain nasional,” ujar Erick.

Atas dasar itu, Erick menyatakan akan memberikan perhatian lebih kepada Timnas U17 menuju Piala Dunia U17.

“Pencapaian mereka menandakan program yang kita jalankan, hasilnya nyata. Kita buktikan. Jika 2023 kita ke Piala Dunia U-17 karena tuan rumah, kini mengulangi lewat kualifikasi. Para pemain dan tim kepelatihan benar-benar memberikan kebanggaan sehingga PSSI akan mempersiapkan mereka lebih matang dan Lebih kuat agar bisa menjalani Piala Dunai U17 mendatang dengan prestasi yang jauh Lebih baik lagi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Indonesia Berada di Grup B Turnamen AFF U19 Women’s Championship 2025

Dalam konteks pembinaan Timnas Yunior yang berkelanjutan ke tahap berikutnya, Erick menegaskan PSSI tidak bisa berhenti. Dengan penyelenggaraan Piala Dunia U17 setiap tahun mulai tahun 2025 ini, lalu Piala Dunia U20 setiap dua tahun, maka program pembinaan prestasi para pemain muda tidak boleh berhenti.

“Kita dihadapkan pada tantangan, bagaimana menyiapkan Timnas U17 mendatang yang sebagus Timnas U17 hari ini. Jadi pembinaan Garuda Muda harus kontinyu. Belum lagi ajang lain, seperti Olimpiade yang batasan usia harus di bawah 23 tahun dan kuota pesertanya berkurang dari 16 tim negara menjadi 12 tim. Artinya, kita harus bersiap Lebih dini, lebih panjang, dan lebih ketat,” jelas Erick.

(ak/*)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membongkar Tembok Kemustahilan di Panggung Piala Dunia
Enam Wakil Eropa, Satu Kejutan Afrika, dan Satu Harapan Amerika Selatan: Inilah Peta Persaingan Perempat Final Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo Terjebak dalam Standar yang Ia Ciptakan Sendiri
Penantian 72 Tahun Swiss Berakhir, Kolombia Tumbang di Adu Penalti
Selebrasi ‘Dayung Viking’ Norwegia Mengguncang Panggung Piala Dunia
Ciptakan Rekor demi Rekor, Messi Sang Legenda Abadi di Panggung Piala Dunia
Dari Gagal Penalti Jadi Pahlawan! Messi Bangkit, Argentina Selamat dari Mimpi Buruk Mesir
Perang Sepatu Emas Trio Penyerang ‘Gacor’

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:55 WIB

Membongkar Tembok Kemustahilan di Panggung Piala Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:52 WIB

Enam Wakil Eropa, Satu Kejutan Afrika, dan Satu Harapan Amerika Selatan: Inilah Peta Persaingan Perempat Final Piala Dunia 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:19 WIB

Cristiano Ronaldo Terjebak dalam Standar yang Ia Ciptakan Sendiri

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:16 WIB

Penantian 72 Tahun Swiss Berakhir, Kolombia Tumbang di Adu Penalti

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:21 WIB

Selebrasi ‘Dayung Viking’ Norwegia Mengguncang Panggung Piala Dunia

Berita Terbaru