JAKARTA, Sumbarpro – Semen Padang FC resmi menunjuk Stefano Cugurra sebagai pelatih kepala baru pada Senin 5 Oktober 2026 malam.
Pelatih yang akrab disapa Coach Teco itu menggantikan Nil Maizar yang dipecat sehari sebelumnya.
Kabau Sirah berharap kehadiran Teco bisa membangkitkan tim yang tengah tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Grup A Liga 2 Pegadaian 2026/2027.
Teco bukan nama sembarangan. Ia sudah lama malang melintang di sepak bola Indonesia. Bahkan, ia sudah berstatus Warga Negara Indonesia sejak Mei 2025. Berikut profil dan rekam jejak lengkapnya.
Profil Singkat
Nama lengkapnya Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues. Ia lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 25 Juli 1974. Saat ini usianya 52 tahun. Ia memegang lisensi kepelatihan tertinggi CONMEBOL, Licencia Pro Entrenador.
Formasi yang paling ia sukai adalah 4-3-3 defensif. Rata-rata masa kerjanya di setiap klub sekitar 1,96 tahun. Ini menunjukkan bahwa Teco adalah pelatih yang stabil dan berorientasi jangka panjang.
Awal Karier di Indonesia
Petualangan Teco di Indonesia dimulai pada 2004. Waktu itu, ia bergabung dengan Persebaya Surabaya sebagai pelatih fisik. Ia bukan langsung menjadi pelatih kepala. Ia harus melewati proses panjang dari bawah.

Setelah lima tahun di Persebaya, Teco memutuskan hengkang pada 2009. Ia pindah ke Malaysia untuk menjadi pelatih kepala Kuala Muda Naza. Ini menjadi langkah pertamanya sebagai nakhoda tim.
Petualangan di Thailand
Setelah satu musim di Malaysia, Teco terbang ke Thailand. Ia melatih Chiangrai United dari 2010 hingga 2013. Di klub ini, ia berhasil membawa Chiangrai promosi ke Thai League. Ini prestasi pertamanya sebagai pelatih kepala.
Setelah itu, ia pindah ke Phuket FC pada 2013 hingga 2014. Lalu melatih Osotspa Samut Prakan pada 2014 hingga 2015.
Terakhir, ia menangani Royal Thai Navy FC. Total, Teco menghabiskan sekitar tujuh tahun berkarier di Negeri Gajah Putih.
Kembali ke Indonesia, Masa Keemasan Dimulai
Teco kembali ke Indonesia pada 2017. Ia dipercaya menangani Persija Jakarta. Keputusan itu awalnya diragukan. Tapi Teco membuktikan kualitasnya.
Pada musim 2018, ia membawa Persija juara Liga 1. Ini mengakhiri puasa gelar Macan Kemayoran selama 17 tahun. Terakhir kali Persija juara pada 2001. Teco juga mempersembahkan satu gelar Piala Presiden untuk Persija.
Prestasi itu membuat namanya melambung. Bali United kemudian meminangnya pada Januari 2019. Di klub inilah Teco membangun dinasti.
Dinasti di Bali United
Teco melatih Bali United selama 6,5 tahun. Ia mencatatkan 193 pertandingan bersama Serdadu Tridatu. Hasilnya luar biasa. 97 kemenangan, 41 imbang, dan 50 kekalahan.
Teco membawa Bali United juara Liga 1 dua kali secara berturut-turut. Musim 2019 dan musim 2021/2022. Gelar juara musim 2019 menjadi yang pertama dalam sejarah klub. Bali United memastikan gelar juara empat pertandingan sebelum musim berakhir.
Rekor Unik di Liga 1
Keberhasilan Teco menjuarai Liga 1 pada 2018, 2019, dan 2021/2022 membuatnya mencatatkan rekor unik. Ia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil juara liga dalam tiga musim berturut-turut.
Teco juga tercatat sebagai pelatih asing pertama yang sukses meraih gelar juara Liga 1 di dua klub berbeda secara berturut-turut.
Prestasi itu membuatnya mendapat penghargaan Pelatih Terbaik Liga 1 pada musim 2018 dan 2019.
