PADANG, Sumbarpro — Pemerintah Kota Padang memperkuat ekosistem ekonomi berbasis syariah melalui integrasi pengelolaan keuangan daerah serta pembinaan usaha masyarakat.
Komitmen tersebut diselaraskan dengan capaian Kota Padang yang ditetapkan sebagai nominasi perwakilan Indonesia pada UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang Gastronomi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir saat menghadiri pembukaan Ekspo UMKM Syariah 2026 di halaman Kantor DPRD Kota Padang, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Sabtu (7/11/2026) malam.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra ini berlangsung pada 7–8 November 2026.
Acara tersebut diikuti 30 pelaku usaha dan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti dialog interaktif hingga Lomba Fashion Show Islami tingkat SD se-Sumbar yang dimeriahkan penampilan Opick dan Khairat KDI.
Hadir dalam pembukaan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumbar Yozawardi Usama Putra, unsur forkopimda, pimpinan OPD, serta jajaran anggota DPRD Kota Padang.
Dalam sambutannya, Wawako Maigus Nasir mengutarakan bahwa komitmen pemerintah kota pada keuangan berbasis syariah telah membuahkan apresiasi tinggi dari pemerintah provinsi.
“Kita telah mendapatkan penghargaan Adinata Syariah peringkat pertama dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam pengelolaan keuangan syariah. Penghargaan ini membuktikan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung keuangan syariah,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan, kesiapan produk usaha berbasis syariah turut menopang posisi Kota Padang di tingkat internasional.
“Kota Padang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang sedang diperjuangkan oleh Menteri Ekonomi Kreatif untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO bidang Gastronomy. Capaian ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung pengembangan UMKM,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Iqra Chissa Putra menerangkan bahwa kegiatan ini digelar guna memberikan sarana promosi sekaligus dorongan ekonomi nyata bagi para pelaku usaha lokal.
“Penguatan UMKM tidak hanya dilakukan melalui kegiatan promosi, tetapi juga dengan mendorong masyarakat untuk berbelanja dan menggunakan produk-produk pelaku usaha lokal. Ini salah satu tujuan kami mengadakan kegiatan ini,” katanya. (ak/*)
