Menag Tegaskan Komitmen Berantas Suap dalam Promosi Jabatan

Jumat, 21 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menag Tegas Tolak Praktik Suap dalam Promosi Jabatan

Menag Tegas Tolak Praktik Suap dalam Promosi Jabatan

Jakarta, Sumbarpro – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik suap dalam promosi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Ia menegaskan tidak akan menandatangani Surat Keputusan (SK) promosi bagi siapa pun yang terbukti melakukan praktik tidak etis.

“Saya tidak akan mempromosikan seseorang hanya karena memiliki koneksi.

Lebih baik mengangkat orang yang masih perlu belajar tetapi memiliki integritas daripada orang yang cakap tetapi korup,” ujar Menag dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ditjen Bimas Islam 2025 di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag RI, Kamis (20/3/2025).

Menurut Menag, jabatan adalah amanah yang harus diperoleh dengan cara yang benar.

Baca Juga:  Afrizal dan Jejak Nasionalisme dari Madrasah

Ia menegaskan promosi harus didasarkan pada kompetensi, dedikasi, dan integritas, bukan kedekatan atau kepentingan pribadi.

Ia berharap lingkungan Kemenag semakin bersih dari praktik korupsi dan semakin profesional dalam menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat.

“Jika garis tangan kita memang ditakdirkan untuk naik jabatan, maka itu akan datang dengan sendirinya.

Yang terpenting adalah bekerja dengan jujur dan ikhlas demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Selain itu, Menag juga mendorong seluruh jajaran Ditjen Bimas Islam untuk lebih profesional dalam melayani umat.

Ia menyebut Ditjen Bimas Islam merupakan wajah depan Kemenag, sehingga harus menjadi contoh bagi unit lainnya.

Baca Juga:  Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Masjid dan Musala 2025, Ini Syaratnya

Karenanya, ia mengingatkan pentingnya kebijakan berbasis data dalam setiap pengambilan keputusan.

“Jangan membuat kebijakan yang terlalu melangit tanpa dasar kuantitatif yang kuat.

Sebelum mengambil keputusan, lakukan survei agar kebijakan kita benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Pemanfaatan teknologi saat ini, imbuhnya, memungkinkan akses cepat terhadap sejumlah informasi.

Dengan memanfaatkan data dari sumber terpercaya seperti Badan Pusat Statistik (BPS), kebijakan yang dibuat bisa lebih akurat dan tepat sasaran.

“Teknologi sudah sangat maju. Dengan membuka internet, kita bisa mengetahui data terbaru secara akurat, cepat, dan terpercaya,” tandasnya. (ak/*)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Intensifkan Operasi Bencana, Kerahkan 30 Ribu Prajurit dan 70 Alutsista
Siap-siap, BLTS Tambahan Rp300 Ribu  Cair Bulan Ini!
BGN Wajibkan Rapid Test di Semua Dapur MBG, Adopsi Standar Polri
Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia Awal Oktober 2025, Ini Daftar Wilayah Siaga BMKG Termasuk Sumatera Barat
BGN Buka Hotline Aduan Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Maraknya Kasus Keracunan
Polri Mutasi 60 Perwira, Irjen Ramdani Hidayat Jadi Dankorbrimob
Ribuan Siswa Jadi Korban, Program Makan Bergizi Gratis Didesak Evaluasi Total
TNI AD Ubah Syarat Tinggi Badan dan Usia, Kesempatan Lebih Luas untuk Jadi Calon Prajurit

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 23:58 WIB

TNI Intensifkan Operasi Bencana, Kerahkan 30 Ribu Prajurit dan 70 Alutsista

Minggu, 19 Oktober 2025 - 09:50 WIB

Siap-siap, BLTS Tambahan Rp300 Ribu  Cair Bulan Ini!

Kamis, 2 Oktober 2025 - 13:11 WIB

BGN Wajibkan Rapid Test di Semua Dapur MBG, Adopsi Standar Polri

Kamis, 2 Oktober 2025 - 09:04 WIB

Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia Awal Oktober 2025, Ini Daftar Wilayah Siaga BMKG Termasuk Sumatera Barat

Minggu, 28 September 2025 - 03:16 WIB

BGN Buka Hotline Aduan Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Maraknya Kasus Keracunan

Berita Terbaru

Olahraga

Mahyeldi: KONI-Dispora Jalan Terus Persiapkan Porprov 2026

Senin, 12 Jan 2026 - 17:05 WIB