SOLOK, Sumbarpro – Penanganan darurat bencana banjir bandang (galodo) dan tanah longsor yang menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemkab Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy turun langsung ke titik nol bencana guna memastikan percepatan evakuasi serta pembersihan material longsor, Selasa (22/9/2026).
Kapolda didampingi jajaran pejabat utama, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Dessy Ismail, Dansat Brimob Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, Dirsamapta AKBP Andre Anas, serta Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini.
Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan, fokus utama kepolisian bersama tim gabungan saat ini difokuskan pada misi kemanusiaan, yakni pencarian korban hilang, pendataan kerusakan pemukiman, serta pembersihan akses jalan nasional Padang-Solok yang lumpuh diterjang material.
“Kami menurunkan sekitar 300 personel dari Satuan Brimob (3 SSK), Direktorat Samapta, serta Polres Kabupaten Solok untuk pembersihan jalur utama. Yang paling utama adalah pencarian korban dan pendataan kerusakan rumah warga bersama BPBD,” ujar Djati Wiyoto Abadhy.

Kapolda menambahkan, pengerjaan masa tanggap darurat ini diperkirakan memakan waktu satu minggu. Untuk menjamin kebutuhan logistik warga dan petugas, Polda Sumbar langsung mendirikan posko terpadu beserta dapur umum di dekat lokasi terdampak.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan, Pos DVI Ante Mortem juga telah didirikan di RSUD Arosuka untuk membantu proses identifikasi korban hilang oleh pihak keluarga.
Pihaknya mengimbau masyarakat di sepanjang jalur perbukitan dan bantaran sungai agar tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai.
Berdasarkan data sementara dari kepolisian di lapangan, peristiwa ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka.
Sementara, satu orang mengalami luka berat atas nama Muhammad Nur Zen (56 tahun) yang telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang.
Serta dua orang dilaporkan masih dalam pencarian, yakni Dafi Arahman (21 tahun) dan Agusra (59 tahun).
Selain itu, terdapat kerusakan perkantoran yang mencakup 2 unit kantor rusak berat akibat tertimbun lumpur setinggi 20 hingga 30 sentimeter (Dinas PUPR dan DPMN) serta 8 unit kantor lainnya mengalami rusak ringan (termasuk DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Pertanian, Kesehatan, dan BKPSDM).
Peristiwa ini juga berdampak pada 5 unit kendaraan dinas milik instansi pertanian dan kesehatan serta 2 unit mobil milik masyarakat.
Dari sisi infrastruktur dan permukiman tercatat sekitar 100 unit rumah warga terdampak, 1 unit jembatan penghubung utama tertimbun material, dan Masjid Kayu Aro turut tertimbun longsor.
Sekitar 50 jiwa pengungsi dievakuasi ke tiga titik posko, yaitu Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. (ak/*)



