PADANG, Sumbarpro — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Sumatera Barat pada Agustus 2026 tercatat sebesar 5,57 persen. Angka ini turun 0,05 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Penurunan tersebut berbanding lurus dengan bertambahnya penduduk bekerja sebanyak 15,71 ribu orang menjadi 3,03 juta orang.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2026 mencapai 3,21 juta orang atau naik 14,95 ribu orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 70,65 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 35,42 persen, disusul perdagangan besar dan eceran 16,87 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 9,29 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat Nurul Hasanudin menyatakan bahwa mayoritas penduduk bekerja berada di sektor informal.
“Penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 1,95 juta orang atau 64,19 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, TPT di wilayah perkotaan tercatat lebih tinggi, yaitu 6,24 persen, dibandingkan perdesaan yang sebesar 4,66 persen.
Dari sisi pendidikan, pekerja dengan tamatan SD ke bawah mendominasi dengan porsi 29,14 persen.
Adapun pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu mencapai 60,50 persen, sedangkan sisanya masuk kategori pekerja tidak penuh. (ak/*)
