PADANG, Sumbarpro — Pemerintah menggenjot pemulihan sarana air bersih di wilayah Sumatera Barat usai diterjang bencana banjir bandang sejak akhir 2025.
Salah satu upaya penanganan dilakukan melalui pengiriman bantuan ke permukiman warga terdampak, termasuk masyarakat Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang yang sumur galiannya kering akibat kerusakan sungai.
Salah seorang warga Kuranji, Asnidar (64 tahun) menceritakan bahwa pasokan air bersih lewat tandon sangat membantu pemenuhan kebutuhan cuci, mandi, dan dapur harian keluarganya.
“Saluran air cuma satu, dari sungai batang kuranji sejak aliran air rusak diterjang banjir tidak pernah lagi aliran sampai ke sumur galian,” kata Asnidar.
Satu tandon air difungsikan untuk kebutuhan tiga kepala keluarga dengan jadwal pengisian ulang tiap dua hingga tiga hari sekali.
Selain bantuan tandon, warga setempat memanfaatkan fasilitas sumur bor di Masjid Quba untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Satgas PRR Korwil Sumatera Barat, Yopie Sepang menjelaskan, penyaluran air bersih darurat ke titik terdampak bencana telah digulirkan sejak Desember 2025 hingga saat ini.
Tim gabungan melibatkan personel BPBD, Damkar, Kementerian PU, hingga PMI yang menyisir kawasan Kuranji, Pauh, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Penyaluran air mengerahkan dua unit armada BPBD serta tiga armada Damkar dengan daya muat 4 ribu hingga 10 ribu liter. Armada penyuplai air ini bergerak rutin sembari menunggu perbaikan alur sungai tuntas dikerjakan.
“Distribusi air bersih ini terus dilakukan sembari Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai V Sumbar melakukan proses normalisasi aliran Sungai Batang Kuranji supaya bisa kembali mengaliri sumur galian masyarakat,” ujar Yopie, dalam keterangannya dikutip Senin (26/10/2026).
Sementara itu, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengutarakan, penanganan pascabencana di daerah menghadapi tantangan cukup berat akibat luasnya sebaran wilayah terdampak di 53 kabupaten dan kota.
“Khusus pemulihan fasilitas air bersih, dalam Rencana Induk Satgas PRR diarahkan pada perbaikan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan sumber air baku, serta penguatan Sistem Penyediaan Air Minum berbasis masyarakat (Pamsimas),” kata Tito Karnavian. (ak/*)
