Nilai Tukar Rupiah Jumat pagi, 23 Oktober 2026: Makin Melemah akibat Tekanan Sentimen Global

Redaksi
A+A-
Reset
Nilai Tukar Terhadap Dollar AS

Sumbarpro — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, dengan data JISDOR Bank Indonesia turut mengonfirmasi tekanan tersebut.

Rrupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp18.074 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp18.060.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama mencatat posisi Rp18.047 per dolar AS, melemah 61 poin atau 0,34 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Angka JISDOR ini menjadi referensi resmi BI untuk transaksi valas di pasar domestik.

Data dari berbagai sumber lain menunjukkan pergerakan serupa di awal sesi. Refinitiv Rp18.050 per dolar AS, melemah 0,03 persen; Bloomberg Rp18.075 per dolar AS, melemah 0,08 persen.

Pelemahan rupiah sejalan dengan sentimen penghindaran risiko global.

Analis menyoroti kekhawatiran terkait reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI, eskalasi geopolitik di Timur Tengah, serta harga minyak mentah Brent yang berada di sekitar US$112,96 per barel—faktor yang meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi.

Bank Indonesia sendiri menahan suku bunga acuan di 5,75 persen dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00 persen untuk menjaga stabilitas likuiditas.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690