Kakorlantas Perintahkan Polda Kawal Distribusi BBM, Antrean di SPBU Jadi Prioritas

Redaksi
A+A-
Reset
Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aries Syahbuddin.

Sumbarpro – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Brigjen Pol Aries Syahbudin, menginstruksikan seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda jajaran untuk bergerak cepat mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah.

Instruksi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan oleh antrean panjang maupun permainan harga.

Dalam pelaksanaannya, Kakorlantas menetapkan tiga langkah utama yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Ditlantas Polda di Indonesia.

Pertama, memperkuat koordinasi dengan Pertamina regional. Jajaran Ditlantas diminta menyiapkan pengawalan distribusi BBM dari depo ke SPBU.

Khusus untuk wilayah kepulauan, kendaraan pengangkut BBM harus mendapatkan prioritas penyeberangan agar pasokan tidak tersendat.

Kedua, mendirikan posko pengamanan sementara di sekitar SPBU yang mengalami kepadatan.

Posko ini berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas, mengantisipasi gangguan keamanan akibat antrean kendaraan, serta memberikan layanan simpatik kepada masyarakat yang mengantre, seperti membagikan air minum dan roti.

Ketiga, mengoptimalkan peran Polantas sebagai penyampai informasi.

Personel di lapangan diminta memberikan informasi langsung mengenai ketersediaan BBM di SPBU, sehingga masyarakat tahu lokasi mana yang masih memiliki stok dan antrean bisa terdistribusi lebih merata.

“Melalui langkah koordinatif, responsif, dan humanis, polantas diharapkan dapat terus hadir membantu masyarakat, menjaga kelancaran lalu lintas, serta mendukung distribusi BBM agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Aries dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Imbauan untuk Masyarakat

Di tengah situasi ini, Kakorlantas meminta seluruh jajaran memantau pelaksanaan instruksi secara intensif dan menyampaikan laporan berkala.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Polisi menegaskan bahwa stok BBM secara umum masih tersedia, dan kelangkaan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh kepanikan serta ulah oknum yang menimbun untuk mencari keuntungan pribadi.

Bali Jadi Titik Terparah, 21 Pengecer Diamankan

Pulau Bali menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Kelangkaan BBM selama empat hari terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Polda Bali bergerak cepat dengan mengerahkan personel untuk mengawal ketat distribusi 20 juta liter Pertalite yang tiba pada Jumat (16/10/2026).

Sebanyak 16 juta liter di antaranya masuk ke Integrated Terminal Manggis, Karangasem, dan empat juta liter ke Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar.

Namun, di tengah kelangkaan, muncul praktik nakal. Polda Bali mengamankan 21 orang yang diduga menimbun dan mengecer Pertalite dengan harga jauh di atas harga resmi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 753 liter BBM bersubsidi yang dikemas dalam botol air mineral, jeriken, dan selang penyedot, untuk dijual secara daring dengan sistem COD.

Instruksi Kakorlantas tidak hanya direspons oleh Polda Bali. Polda Maluku menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan Pertamina untuk memastikan stok BBM di Ambon dalam kondisi aman.

Direktur Pam Obvit Polda Maluku menegaskan pihaknya akan meningkatkan pengawasan distribusi BBM hingga ke tingkat SPBU dan menindak tegas segala bentuk penimbunan.

Di Sulawesi Utara, Kapolda setempat turun langsung mengecek SPBU di Manado. Hasil pemantauan menunjukkan antrean sudah normal dan landai.

Polda Sulut juga memastikan pasokan BBM dilebihkan hingga 30 persen dari kuota normal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Polda Sulut mengancam akan memproses hukum oknum yang melakukan penyalahgunaan BBM di SPBU. (edt/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690