Sumbarpro – Logo resmi Hari Santri 2026 mengusung konsep bentuk anyaman atau ikatan dinamis yang merepresentasikan kebersamaan, persatuan, dan keberlanjutan perjuangan santri.
Elemen jalinan kebersamaan menggambarkan ikatan antarunsur yang saling menguatkan, layaknya filosofi sapu lidi.
Dalam konsep tersebut, santri, pesantren, dan masyarakat menjadi satu kekuatan utuh ketika bergerak bersama.
Logo ini juga menampilkan dua lingkaran yang saling menyimpul, melambangkan dua pijakan harmonis kehidupan santri, yaitu nilai keagamaan sebagai landasan moral dan kesadaran bernegara sebagai ruang pengabdian.
Warna biru toska merepresentasikan keterbukaan dan semangat pembaruan, sedangkan warna keemasan melambangkan cita-cita menuju Indonesia Emas.
Masyarakat, satuan kerja, pesantren, lembaga pendidikan, serta pihak lain yang membutuhkan logo resmi Hari Santri 2026 dapat mengunduhnya melalui tautan berikut: Unduh Logo Hari Santri 2026.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga meluncurkan tema dan logo versinya sendiri dengan tajuk “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Sekretaris Jenderal PBNU, H Gudfan Arif, mengatakan tema ini membawa pesan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren.
“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” kata Gus Gudfan, dikutip dari MUI Digital, Senin (19/10/202. (ak/*)
