Tambang Emas Ilegal di Solsel Longsor, Empat Nyawa Melayang

Redaksi
A+A-
Reset
Tambang emas ilegal Solok Selatan longsor di Sangir, 4 penambang tewas dan 6 luka.

Data Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sumbar dan WALHI juga mencatat lebih dari 10.000 hektare lahan rusak akibat PETI, dengan 9.735 hektare di antaranya tersebar di Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Aktivitas PETI paling marak terjadi di Solok Selatan, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Sijunjung, Pasaman, dan Pasaman Barat, bahkan mulai terdeteksi di Sawahlunto.

WALHI Minta Pemodal Ditangkap

Kapolres Andreanaldo menegaskan jajarannya tidak tinggal diam. Hingga Oktober 2026, kepolisian tercatat telah merazia belasan titik lokasi yang terindikasi menjadi arena tambang emas ilegal.

“Ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Solok Selatan. Namun, kami tetap berkomitmen penuh untuk melakukan penegakan hukum terhadap penambangan ilegal,” tegasnya.

Namun WALHI menilai penertiban yang dilakukan belum menyentuh akar masalah. Tommy Adam mendesak penegakan hukum tidak berhenti pada penambang kecil.

“Kami mendesak penegakan hukum terhadap pemodal dan aktor intelektual di balik aktivitas tambang ilegal ini,” ujarnya.

WALHI juga menyoroti sikap Gubernur Sumbar dan Bupati Solok Selatan yang dinilai tidak tegas dalam merespons tragedi berulang tersebut.

Pasang iklan anda di space ini, hubungi sumbarpro media online portal berita dan informasi terkini di whatsapp 081275690690

Empat nyawa kembali melayang di Solok Selatan. Rafli, Defriadi, Zulpad, dan Firmandani sudah dimakamkan. Keluarga mereka mengikhlaskan kepergian para korban dan memandangnya sebagai musibah saat berjuang mencari nafkah. Namun selama pembiaran berlanjut, tanah itu akan terus menuntut korban berikutnya. (edt/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690