JAKARTA, Sumbarpro – Presiden Prabowo Subianto melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan TNI Angkatan Darat pada Kamis (8/10/2026).
Sedikitnya 61 perwira tinggi mengalami pergantian posisi, mulai dari jabatan strategis di Mabes AD, komando kewilayahan, Kostrad, Kopassus, hingga penugasan di kementerian dan lembaga negara.
Mutasi ini beriringan dengan penguatan struktur komando setelah peresmian enam Kodam baru pada peringatan HUT ke-81 TNI.
Wakasad dan Pangkostrad Berganti
Letjen TNI Tri Budi Utomo ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Saleh Mustafa sebelumnya dilantik Presiden Prabowo menjadi Wakil Menteri Pertanian, sehingga otomatis tidak lagi menjabat sebagai Wakasad.
Tri Budi Utomo merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer 1994 dari kecabangan Infanteri/Kopassus. Jabatan terakhirnya adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan sejak 2024.
Adapun serah terima jabatan akan dilakukan pekan depan.

Posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat juga berganti.
Letjen TNI Iwan Setiawan dipromosikan menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Iwan sebelumnya menjabat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pergantian Pangkostrad tersebut tidak berkaitan dengan isu pergantian Panglima TNI. Ia menyebut mutasi dilakukan dalam rangka penyegaran personel.
“Oh, nggak, biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa pergantian,” katanya.
Letjen Mohammad Fadjar yang digeser dari Pangkostrad berpindah menjadi Staf Khusus KSAD untuk proses penugasan di kementerian atau lembaga negara.
Sejumlah Pangdam Berganti
Mutasi juga menyentuh sejumlah posisi Panglima Komando Daerah Militer.
Mayjen TNI Rionardo menjadi Pangdam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga menjadi Pangdam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua menjadi Pangdam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, serta Mayjen TNI Nefra Firdaus menjadi Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara.
Selain itu, beredar kabar Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto diganti. Mayjen Piek Budyakto selanjutnya disebut akan dipercaya sebagai Pangdam V/Brawijaya. Kabar ini masih menunggu konfirmasi resmi dari Mabes TNI.
Enam Kodam Baru dan Komposisi Elite Militer
Mutasi ini terjadi tak lama setelah Presiden Prabowo meresmikan enam Kodam baru pada peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Keenam kodam tersebut meliputi Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.
Isu pergantian Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto masih menjadi perhatian. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Rabu (7/10/2026) menyatakan DPR belum menerima surat presiden terkait pergantian Panglima TNI.
“Menurut informasi yang kami dapat bahwa Presiden belum akan mengganti Panglima TNI,” kata Dasco.
Pada Kamis (8/10/2026), Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan hal serupa.
“Belum, belum ada sampai sekarang,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Senada, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan pimpinan DPR belum menerima surpres pergantian Panglima TNI. (ak/*)
