Pernikahan di Depan Tiga Jenazah: Pilu Agustin Menikah Setelah Ayah, Ibu, dan Adiknya Dibunuh Paman Sendiri

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Agustin Putri Rahmadini menjalani ijab kabul dengan Nasrul Safaat di depan jenazah ayah, ibu, dan adiknya di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Selasa (6/10/2026). Ketiga korban tewas dibunuh paman kandung Agustin sendiri, Ahmad Fathony (35), yang kemudian tewas ditembak polisi.

TULANG BAWANG, Sumbarpro – Suasana haru menyelimuti rumah duka di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Selasa (6/10/2026) pagi.

Di depan tiga jenazah yang terbujur kaku, Agustin Putri Rahmadini mengucapkan ijab kabul. Ayahnya, Rahmat (69), ibunya, Hasanah (56), dan adiknya, Devny Kishela Putri (14), tewas dibunuh paman kandung Agustin sendiri, Ahmad Fathony (35), sehari sebelumnya.

Tidak ada pesta. Tidak ada senyum. Hanya tangis dan doa yang mengantar kedua mempelai meresmikan pernikahan mereka di hadapan orang-orang tercinta yang tak akan pernah bisa lagi membuka mata.

Pagi yang Berujung Tragedi

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Senin (5/10/2026) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Warga Kampung Purwa Jaya dikejutkan oleh penemuan tiga anggota keluarga yang sudah tak bernyawa di dalam rumah mereka.

Jasad pertama kali ditemukan oleh Septian Rachmanda, anak laki-laki korban. Rahmat ditemukan di kamar utama dengan sejumlah luka tusukan di sekujur tubuh.

Sementara Hasanah dan Devny ditemukan di kamar berbeda dalam kondisi berada di atas tempat tidur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, membenarkan peristiwa tersebut.

Pasang iklan anda di space ini, hubungi sumbarpro media online portal berita dan informasi terkini di whatsapp 081275690690

“Benar, peristiwa pagi tadi pukul 08.30 WIB. Ada tiga orang yang meninggal dunia, terdiri dari ayah, ibu dan anaknya,” kata Apfryyadi.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan para korban tidak hanya dianiaya menggunakan senjata tajam. Polisi juga menemukan luka akibat hantaman benda tumpul yang menyebabkan retak pada tulang tengkorak kepala.

“Itu disebabkan hantaman linggis,” ujarnya.

Pelaku pembunuhan itu bukan orang asing. Ahmad Fathony adalah adik kandung Hasanah. Paman dari Agustin dan Devny.

Pihak keluarga mengungkapkan, AF pernah terlibat kasus pembunuhan kakak kandungnya sendiri, di Tangerang, Banten, pada 2024.

Usai menjalani hukuman, ia dilaporkan mengalami depresi berat sehingga dirawat di rumah sakit jiwa di Jawa Barat.

Pada Februari 2026, ia kembali diamankan polisi karena mengamuk dan mengancam nyawa keluarganya sendiri. Ia kemudian dirujuk ke RSJ Kurungan Nyawa, Pesawaran, untuk menjalani perawatan.

Fakta mengerikan lain terungkap dari hasil autopsi. Polisi menemukan bahwa korban Devny, yang masih berusia 14 tahun, sempat mengalami persetubuhan.

“Kami baru mendapatkan informasi juga bahwa korban yang berumur 14 tahun ini, dari hasil pemeriksaan forensik, dia sempat mengalami persetubuhan yang mana itu terlihat dari robekan di selaput darah dan anusnya,” kata Apfryyadi.

Hingga kini, penyidik masih mendalami apakah perbuatan itu dilakukan sebelum atau sesudah korban tewas.

Setelah membunuh ketiga korban, AF melarikan diri. Polisi memburunya hingga ke Jalan Lintas Timur, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur.

Di lokasi itu, Selasa (6/10/2026) sore, polisi mencoba menangkapnya. Namun, AF melakukan perlawanan dengan menyerang anggota menggunakan senjata tajam.

“Tindakan tegas terukur ini diberikan karena pelaku ini menyerang anggota menggunakan senjata tajam saat proses penangkapan,” kata Apfryyadi.

AF pun tewas ditembak. Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam dan sepeda motor yang digunakan pelaku.

Ijab Kabul di Depan Tiga Jenazah

Sementara jenazah ketiga korban masih terbaring di rumah duka, keluarga harus mengambil keputusan berat. Agustin, anak sulung korban, sebenarnya sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat.

“Anaknya memang mau nikah di bulan-bulan ini. Kebetulan orangtuanya meninggal bulan ini,” ujar Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah.

Keluarga memutuskan tetap menggelar akad nikah. Bukan dengan resepsi meriah, melainkan di depan jenazah ayah, ibu, dan adik Agustin.

Prosesi itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (6/10/2026).

“Enggak, ijab kabul aja. Ijab kabul aja dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu bapaknya,” kata Irwansyah.

Ia menuturkan, pihak keluarga melaksanakan nazar dengan menggelar ijab kabul di depan jenazah orangtua mempelai putri. Hanya ada ijab kabul. Tidak ada resepsi. Tidak ada balon udara. Tidak ada tepuk tangan.

Hanya isak tangis keluarga besar yang pecah saat Agustin dan Nasrul Safaat resmi menjadi suami istri.

Tangis yang Tak Terbendung

Kecamatan Banjar Agung, tempat tragedi itu terjadi, dikenal sebagai pusat perekonomian dan bisnis kawasan Tulang Bawang. Posisinya yang strategis di jalur perlintasan utama Sumatra membuat daerah itu ramai.

Namun, Senin pagi itu, keramaian berganti dengan kesedihan. Jaraknya sekitar 150 kilometer dari Bandar Lampung, atau sekitar empat jam perjalanan. Tak sedikit kerabat dan warga yang datang untuk melayat, sekaligus menyaksikan pernikahan yang penuh air mata itu.

Setelah prosesi ijab kabul selesai, ketiga jenazah dibawa ke pemakaman desa setempat. Agustin dan Nasrul mengantar ayah, ibu, dan adik Agustin ke tempat peristirahatan terakhir.

Pernikahan mereka bukan awal dari kebahagiaan, melainkan penutup dari duka yang terlalu dalam untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Seorang anak menikah di depan jenazah orangtuanya. Seorang paman membunuh kakak, ipar, dan keponakannya sendiri.

Dan sebuah keluarga kecil di Tulang Bawang harus merelakan tiga anggotanya pergi dalam satu waktu, dengan cara yang tak pernah terbayangkan siapa pun. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690