Kapten MT Honour Terisak Minta Maaf, 5 ABK Tewas Disandera Perompak Somalia

Redaksi
A+A-
Reset
Kapten MT Honour 25, Ashari Samadikun, saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026) malam.

TANGERANG, Sumbarpro – Kapten kapal tanker MT Honour 25, Ashari Samadikun (34), tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026) malam dalam kondisi terpukul.

Ia berhasil dibebaskan bersama tiga awak WNI lainnya setelah disandera perompak Somalia selama lima bulan lebih. Namun, lima anak buah kapalnya tewas dalam insiden itu.

“Saya selaku kapten memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dalam keadaan selamat,” kata Ashari sambil terisak.

Kapal tanker MT Honour 25 dibajak perompak di perairan Hafun, Somalia, pada 21 April 2026. Kapal itu mengangkut sekitar 18.500 barel minyak menuju Mogadishu, Somalia, dan diawaki 17 pelaut.

Empat di antaranya WNI, yakni Ashari Samadikun selaku kapten asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.

Kelima kru yang tewas disebut terdiri atas tiga warga negara Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.

“Para perompak tersebut menewaskan tiga warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar,” demikian keterangan Puntland Maritime Police Force.

Lima sandera itu tewas sebelum aparat Puntland menaiki kapal MT Honour 25.

Pasang iklan anda di space ini, hubungi sumbarpro media online portal berita dan informasi terkini di whatsapp 081275690690

Tiga korban tewas asal Pakistan diidentifikasi sebagai Rafi Ullah Khan, Syed Kashif Umer, dan Mahmood Ahmed Ansari.

Sementara korban asal India bernama Mohammad Tanvir Uz Zaman, warga Nawab Ali Lane, yang bekerja sebagai juru masak. Korban asal Myanmar belum diungkap identitasnya.

Empat awak kapal lainnya juga mengalami luka-luka. Salah satunya adalah Fiki Mutakin, WNI asal Bogor, yang terkena tembakan di kaki kanan saat operasi penyelamatan berlangsung.

Ashari mengaku pada hari pertama penyanderaan diberikan kesempatan menghubungi pihak luar kapal.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, terkhususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan. Pada hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi,” ujarnya.

Pemulangan empat ABK WNI itu mendapat sambutan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

“Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik,” kata Sugiono.

Keluarga para korban pun tak kuasa menahan haru. Salah satu orang tua WNI bahkan tidak sadarkan diri saat menyambut kedatangan anaknya.

Seorang WNI yang pulang terlihat mengenakan kursi roda karena luka yang masih dalam proses pemulihan.

Ayah Ashari, Syamsuddin Dg Ngawing (67), mengatakan anaknya masih trauma setelah dibebaskan. (edt/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690