Beranda / Peristiwa / Jenazah Agusral Ditemukan, Operasi SAR Galodo Solok Resmi Ditutup

Jenazah Agusral Ditemukan, Operasi SAR Galodo Solok Resmi Ditutup

Redaksi
A+A-
Reset
Tak m SAR gabungan mengevakuasi jenazah Agusral, korban banjir bandang yang berhasil ditemukan setelah empat hari pencarian.

SOLOK, Sumbarpro – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Agusral (59), korban kedua yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.

Jenazah Agusral dievakuasi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, tak jauh dari lokasi bencana.

Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung selama lima hari. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlis, memastikan seluruh warga yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah ditemukan.

“Dari hasil operasi, semenjak hari pertama adanya bencana banjir bandang ini, ada dua orang yang hilang. Hari pertama ditemukan satu korban meninggal. Dan baru saja tadi jam 11.00 WIB korban sudah bisa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Noer.

Dengan ditemukannya Agusral, Basarnas menghentikan operasi SAR khusus. Menurut Noer, sudah tidak ada target maupun korban yang harus dicari dan diselamatkan.

“Sudah tidak ada target ataupun korban yang harus kita lakukan pencarian dan penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai,” ucapnya.

Meski operasi SAR dihentikan, Basarnas tetap bersiaga di wilayah terdampak. Jika muncul laporan baru mengenai warga hilang atau kondisi darurat lain, operasi dapat dibuka kembali.

“Jika misalnya ada masyarakat mengadukan ataupun nanti ada dinamika yang baru, tentunya kami akan membuka kembali operasi SAR berdasarkan informasi laporan,” kata Noer.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Sebelumnya, korban pertama, Daffa Arahman (21), warga Kayu Aro, ditemukan pada Selasa (22/9/2026) siang di aliran Sungai Koto Gaek, sekitar 4,5 kilometer dari titik awal kejadian.

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian yang melibatkan warga setempat.

Pencarian Agusral sendiri berlangsung berat. Material galodo yang menumpuk berupa lumpur, batu, dan kayu membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati.

Titik terang baru muncul pada Kamis (24/9/2026) siang ketika anjing pelacak K9 Polda Sumatera Barat menemukan sejumlah barang pribadi milik Agusral di belakang Kantor BKPSDM, Kompleks Perkantoran Bupati Solok.

Dengan ditemukannya Agusral, dua korban hilang dalam bencana ini telah ditemukan seluruhnya. Namun, duka masih menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Galodo Arosuka

Galodo yang menerjang Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung lama.

Aliran sungai berubah menjadi arus deras yang membawa batu-batu besar, kayu gelondongan, dan lumpur.

Kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok menjadi salah satu lokasi terparah.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, melaporkan 44 rumah warga terdampak, dengan 11 unit rusak berat dan 32 unit rusak ringan.

Bencana ini mengakibatkan 10 orang menjadi korban: dua meninggal dunia, satu luka berat, dan tujuh luka ringan. Korban luka berat, Muhamad Nurzern (56), dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Kerugian diperkirakan mencapai Rp819 miliar, mencakup pembangunan sabo dam, normalisasi sungai, perbaikan rumah, lahan pertanian, dan gedung perkantoran.

Hingga kini, warga masih mengungsi dan pemulihan masih berlangsung. (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690