Adu Taktik Empat Pelatih Asing di Pekan Kelima BRI Super League

Bernardo Tavares menyiapkan pertahanan disiplin untuk meredam serangan udara PSS, sementara Igor Tolic dan Marcos Reina saling bongkar kekuatan taktik menjelang duel di Si Jalak Harupat.

Redaksi
A+A-
Reset
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.

Sumbarpro – Dua pertandingan BRI Super League 2026/2027 pada Minggu (18/10/2026) WIB tidak hanya menyajikan perebutan poin, tetapi juga pertarungan ide sepak bola dari empat pelatih asing.

Di Stadion Gelora Bung Tomo, Bernardo Tavares dari Portugal akan berhadapan dengan Pieter Huistra dari Belanda.

Sementara di Stadion Si Jalak Harupat, Igor Tolic asal Kroasia ditantang Marcos Reina dari Spanyol. Masing-masing membawa latar belakang dan filosofi taktik yang berbeda.

Bernardo Tavares, Persebaya vs Peter Huistra, PSS Sleman

Persebaya Surabaya di bawah kendali Bernardo Tavares dikenal sebagai tim yang mengutamakan keseimbangan.

Jelang melawan PSS Sleman, pelatih asal Portugal itu justru memfokuskan persiapan pada lini belakang. Ia menyadari PSS memiliki ancaman fisik dari pemain-pemain jangkung.

“Mereka juga memiliki banyak pemain berpostur tinggi, termasuk penyerang dengan tinggi badan lebih dari 2 meter,” ujar Tavares.

Strategi yang disiapkan pun tak main-main. Tavares meminta anak asuhnya untuk memutus suplai bola dari lini kedua sebelum masuk ke area pertahanan.

“Kita harus memutus suplai umpan silang sejak dari lini kedua. Jika mereka bermain dengan tempo cepat, kita wajib mengantisipasi bola-bola lambung ke jantung pertahanan dan menjaga jarak rapat antar-pemain,” jelasnya.

Persebaya diprediksi bermain rapat dan disiplin, menunggu momen tepat untuk melancarkan serangan balik.

Di kubu PSS Sleman, Pieter Huistra membawa filosofi sepak bola total ala Belanda. Ia menuntut timnya untuk mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola dan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki.

“Kami berusaha untuk memperagakan permainan sepak bola dengan membangun serangan dari bawah, bukan sekadar mengandalkan umpan-umpan lambung jauh,” kata Huistra.

Pelatih berusia 58 tahun itu juga dikenal fleksibel dalam merotasi pemain. Tavares pun mengakui hal tersebut.

“Mereka banyak melakukan perubahan di lini tengah, terkadang di lini pertahanan, serta di lini penyerangan,” ungkapnya.

Pertemuan ini akan menjadi ujian bagi Tavares untuk membuktikan bahwa pertahanan disiplin bisa meredam permainan mengalir Huistra.

PSS yang baru saja menghancurkan PSM Makassar 3-0 jelas bukan lawan yang bisa diremehkan.

Namun, Persebaya memiliki modal sebagai tuan rumah yang belum terkalahkan dalam empat laga. Duel taktik di lini tengah akan menjadi kunci.

Igor Tolic, Persib Bandung vs Marcos Reina, Persik Kediri 

Pertandingan di Bandung menyajikan duel taktik yang tak kalah menarik.

Igor Tolic dan Marcos Reina saling melempar pujian, tetapi di balik itu keduanya tengah menyiapkan formula untuk saling menjatuhkan.

Tolic mengakui Persik asuhan Reina memiliki identitas taktik yang jelas.

“Mereka punya dua gelandang bertahan bagus, lini belakang yang suka memainkan bola, dan kiper yang menikmati membangun serangan dari bawah,” kata Tolic, dikutip Kompas.

Meski demikian, Tolic tidak akan tinggal diam. Persib dikenal dengan pressing kolektifnya. Asisten pelatihnya pernah menegaskan tidak ada sekat antara pemain bertahan dan menyerang.

“Semua harus melakukan pressing kolektif, itu kunci kemenangan,” ujarnya.

Tolic juga jeli melihat ancaman individu Persik, terutama Eduardo Barbosa di sayap dan Sergio Castel yang merupakan mantan anak asuhnya.

“Kita harus mewaspadai Sergio, begitu juga dengan pemain-pemain lainnya,” tegas Tolic.

Marcos Reina rupanya tak mau kalah dalam persiapan. Pelatih asal Spanyol itu telah menganalisis rekaman pertandingan Persib dan menyiapkan strategi adaptif.

“Kami selalu beradaptasi dengan lawan yang kami hadapi dan menyusun rencana permainan berdasarkan karakteristik lawan tersebut,” kata Reina.

Ia menyadari bahwa Persib sangat berbahaya ketika menguasai bola di dekat gawang lawan.

“Jika Anda membiarkan mereka memegang bola, mereka akan banyak melakukan rotasi pergerakan yang menyulitkan,” tambahnya.

Reina dikenal lihai mengubah formasi, dari tiga bek menjadi empat bek, sesuai kebutuhan pertandingan. Namun, ia harus memantau kondisi Sergio Castel yang belum sepenuhnya pulih.

Duel ini akan menjadi ujian bagi Tolic untuk membuktikan bahwa pressing kolektif Persib lebih unggul dari adaptasi taktik Reina. Pertarungan di lini tengah dan sayap akan menjadi penentu. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690