Waspada, Ini Gejala HP yang Diduga Disadap

Penyadapan lewat jaringan operator memang nyaris tak berjejak di ponsel. Tapi jika spyware yang dipasang, sejumlah gejala ini biasanya muncul.

Redaksi
A+A-
Reset
Ilustrasi pengguna memeriksa ponselnya. Beberapa gejala seperti baterai boros, ponsel panas, dan aplikasi asing bisa menjadi tanda awal penyadapan lewat spyware.

Sumbarpro – Kasus dugaan penyadapan sejumlah nomor penting, termasuk pejabat negara, tengah menjadi perbincangan hangat. Bagi pengguna ponsel sehari-hari, pertanyaannya sederhana. Apakah HP kita juga bisa disadap, dan bagaimana cara mengetahuinya?

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa penyadapan melalui infrastruktur operator telekomunikasi memang nyaris tidak meninggalkan jejak di perangkat korban.

“Sama sekali tidak terdeteksi karena kan terjadi di jaringan operator dan tidak ada perubahan yang dilakukan di perangkat yang disadap,” kata Alfons, Rabu (4/11/2026).

Meski begitu, ancaman yang lebih dekat dengan pengguna sehari-hari adalah spyware atau stalkerware yang dipasang langsung di ponsel. Jenis inilah yang biasanya menunjukkan gejala dan masih bisa dikenali. Satu tanda saja belum tentu berarti HP disadap. Namun jika beberapa gejala muncul bersamaan dan terus-menerus, pengguna perlu waspada.

Salah satu tanda yang cukup khas adalah munculnya suara aneh saat melakukan panggilan telepon. Ahli IT Universitas Muhammadiyah Surabaya, Taufiqurrahman, menyebut suara statis atau suara seperti dari jarak jauh bisa menjadi sinyal awal.

“Jika ada suara statis atau suara jauh yang masuk melalui ponsel selama percakapan, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa HP sedang diintai,” ujarnya.

Gejala lain yang sering muncul adalah baterai yang tiba-tiba jauh lebih boros dan ponsel terasa panas padahal tidak sedang dipakai untuk aktivitas berat. Spyware yang bekerja diam-diam di latar belakang terus mengonsumsi daya dan mengirim data ke pihak ketiga.

Kuota internet juga bisa melonjak tanpa alasan jelas karena data yang direkam dikirim melalui koneksi ponsel.

Perhatikan pula perilaku perangkat yang tidak biasa. Aplikasi yang terbuka sendiri, ponsel yang sering crash atau restart acak, hingga proses mematikan HP yang terasa lebih lama dari biasanya bisa menjadi petunjuk.

Munculnya aplikasi asing yang tidak pernah diunduh dan SMS berisi deretan angka atau simbol acak juga patut dicurigai sebagai perintah berkode dari spyware.

Jika tanda-tanda itu muncul, pengguna disarankan segera memeriksa izin aplikasi, menghapus profil atau aplikasi yang tidak dikenal, dan memperbarui sistem operasi ke versi terbaru. Langkah paling radikal adalah mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik setelah data penting dicadangkan. (edt/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690