SOLOK, Sumbarpro — Upaya pencegahan tindak kekerasan, perundungan, hingga diskriminasi pada jenjang pendidikan anak usia dini terus dilakukan melalui penguatan kapasitas pendidik. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solok, Sumatera Barat, mendorong seluruh satuan PAUD untuk mewujudkan lingkungan belajar yang ramah anak, inklusif, dan aman.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, di Aula Dinas Pendidikan Kota Solok, Kamis (29/10/2026).
Acara yang diinisiasi Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF ini diikuti 40 peserta dari perwakilan TK, Kelompok Bermain, dan Taman Penitipan Anak se-Kota Solok.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solok Desrifahmi, Kepala Bidang PAUD PNF, pengawas, penilik, serta pengurus Himpaudi Kota Solok. Forum ini menghadirkan akademisi Yenita Irawati dan Denny Rahmalia dari STAI YASTIS Padang sebagai narasumber.
Dalam arahannya, Desrifahmi menegaskan bahwa penataan lingkungan belajar yang kondusif menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pemenuhan perlindungan fisik maupun kesejahteraan psikologis anak harus terjamin tanpa diskriminasi.
“Lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak merupakan fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, merasa dihargai, serta memiliki kesempatan untuk belajar, bermain, dan berkembang tanpa rasa takut terhadap kekerasan maupun diskriminasi,” ujar Desrifahmi.
Diterangkannya, penguatan karakter anak usia dini dibangun lewat keteladanan para guru serta komunikasi positif bersama orang tua. Penataan ruang belajar juga diselaraskan untuk menjamin keamanan sosiokultural dan kebutuhan spiritual peserta didik.
Melalui pembekalan ini, jajaran pengawas dan pengurus HIMPAUDI diharapkan rutin mendampingi penerapan budaya aman di satuan PAUD masing-masing secara berkelanjutan. (ak/*)
