Sumbarpro – Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, SMK, dan MA tahun 2026 akan digelar dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelaksanaan utama TKA dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Rangkaian TKA 2026 sendiri telah dimulai sejak pertengahan tahun. Pendaftaran peserta dibuka pada 27 Juli hingga 27 September 2026, dilanjutkan dengan simulasi ujian pada 21–27 September 2026, dan gladi bersih yang berlangsung pada 5–18 Oktober 2026.
Jadwal Lengkap TKA SMA 2026
Berikut rincian jadwal pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat:
- Pendaftaran: 27 Juli – 27 September 2026
- Simulasi Ujian: 21 – 27 September 2026
- Gladi Bersih: 5 – 18 Oktober 2026
- Pelaksanaan Utama Gelombang 1: 26 – 29 Oktober 2026
- Pelaksanaan Gelombang Khusus Mapel Wajib: 31 Oktober – 1 November 2026
- Pelaksanaan Utama Gelombang 2: 2 – 5 November 2026
- Pelaksanaan Gelombang Khusus Mapel Pilihan: 7 – 8 November 2026
- Ujian Susulan Gelombang 1: 16 – 19 November 2026
- Ujian Susulan Gelombang Khusus Mapel Wajib: 21 – 22 November 2026
- Ujian Susulan Gelombang 2: 23 – 26 November 2026
- · Ujian Susulan Gelombang Khusus Mapel Pilihan: 28 – 29 November 2026
- · Pengumuman Hasil: 23 Desember 2026
Mata Pelajaran dan Durasi Ujian
TKA 2026 membagi ujian ke dalam empat hari dengan satu mata pelajaran per hari.
Pada hari pertama, peserta mengerjakan Bahasa Indonesia dan literasi membaca. Hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika dan numerasi, serta hari keempat dua mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan peserta.

Durasi pengerjaan untuk setiap mata pelajaran wajib adalah 75 menit, sementara untuk mata pelajaran pilihan 60 menit per mapel.
Jumlah soal matematika juga dikurangi dari 30 menjadi 25 soal, sehingga peserta memiliki waktu sekitar 3 menit per soal.
Perubahan Skor dan Standar Penilaian
Salah satu perubahan signifikan pada TKA 2026 adalah sistem penilaian. Skor TKA tidak lagi menggunakan rentang 0–100, melainkan 200–800.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan menegaskan bahwa skor TKA adalah skala kemampuan terstandar, bukan persentase jawaban benar.
Skor 501–800 menunjukkan kemampuan di atas titik acuan, sedangkan 200–499 berada di bawah titik acuan.
Soal TKA juga disusun mengacu pada standar PISA (Programme for International Student Assessment), sehingga menuntut kemampuan bernalar dan menganalisis informasi, bukan sekadar menghafal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengingatkan tiga kunci sukses menghadapi TKA: menguasai materi, menyiapkan strategi, dan mempersiapkan mental.
“Pertama, kuasai materi. Kedua, siapkan strategi. Ketiga, persiapkan mental. Ketiga itu adalah kuncinya,” kata Mu’ti, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Ia juga meminta siswa tidak berkecil hati menghadapi soal dengan bacaan panjang. Menurutnya, soal tersebut telah dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, bukan untuk mempersulit. (ak/*)
