PADANG, Sumbarpro – MAN 3 Kota Padang Plus Keterampilan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan siswa melalui peluncuran produk sabun cuci piring inovatif bernama ‘OSIM 3 Shine’.
Acara peluncuran berlangsung Selasa (11/8/2026), di Aula Serbaguna madrasah, dihadiri oleh civitas akademika madrasah dan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) selaku tim produksi.
Produk ‘OSIM 3 Shine’ merupakan salah satu inovasi baru di bawah bimbingan Adpid Lismi selaku Pembina OSIM, serta pendampingan dari guru mata pelajaran Farida Ariani.
Sabun cuci piring ini diproduksi dengan bahan-bahan berkualitas dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan kebersihan peralatan dapur sehari-hari.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, dalam sambutannya saat meluncurkan secara resmi produk OSIM 3 Shine menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas inovasi tersebut.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kreativitas dan dedikasi para siswa. Produk ini adalah bukti nyata bahwa siswa MAN 3 Padang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan siap berkompetisi di dunia usaha,” ujar Marliza.
Ia juga menegaskan bahwa peluncuran produk ini sejalan dengan upaya madrasah dalam membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills) yang dapat menjadi bekal setelah mereka lulus nanti.
“Semoga ini dapat menjadi awal yang baik untuk siswa madrasah siap menghadapi persaingan dalam kehidupan nantinya,” tambahnya mengutip semangat yang juga digaungkan dalam berbagai program kewirausahaan madrasah di tanah air.
Adpid Lismi selaku Pembina OSIM menjelaskan, program pembuatan sabun cuci piring ini dirancang khusus untuk menanamkan jiwa kewirausahaan, meningkatkan kreativitas, dan melatih keterampilan praktis siswa sejak dini.
“Kami ingin siswa belajar langsung bagaimana sebuah produk diciptakan, diolah, hingga dipasarkan. Dengan cara ini, mereka bisa memahami dunia usaha secara nyata. Ini adalah bagian dari pembentukan soft skill yang sangat dibutuhkan di era modern,” jelas Adpid Lismi.
Kegiatan produksi sabun cuci piring ini tidak sekadar mengajarkan siswa mencampurkan bahan-bahan formula kimia seperti surfaktan, pengental, pewarna, dan parfum, tetapi juga mengasah insting kewirausahaan, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kreativitas dalam mengemas dan memasarkan produk.
Guru pendamping Farida Ariani menambahkan, proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan ‘learning by doing’, di mana siswa terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi mulai dari pencampuran bahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran sederhana.
“Pengalaman langsung ini mengajarkan siswa untuk berkolaborasi dan bekerja sama, sekaligus mengajarkan berwirausaha dengan membuat produk yang bernilai jual,” ujarnya.
Saat ini, produksi awal ‘OSIM 3 Shine’ sebanyak 45 botol dengan harga jual hanya Rp.5000/botol dan direncanakan dapat diproduksi sekitar 2 kali dalam sebulan.
Sabun cuci piring ini masih dipasarkan secara internal di lingkungan madrasah, meliputi kantin, koperasi sekolah, guru, pegawai, hingga para siswa.
Ke depan, pihak madrasah menargetkan produk ini dapat menjangkau masyarakat luar, terutama warung-warung di sekitar madrasah.
Hadirnya ‘OSIM 3 Shine’ menandai keseriusan MAN 3 Padang dalam mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada masa depan.
Madrasah tidak hanya berfokus pada bidang akademik, melainkan juga membekali siswa dengan kemampuan wirausaha yang dapat menjadi bekal hidup setelah lulus.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan siswa, OSIM MAN 3 Kota Padang membuktikan bahwa madrasah bukan sekadar tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga ruang untuk melahirkan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Pihak madrasah berharap OSIM 3 Shine mampu diterima oleh masyarakat luas. Jika permintaan terus melonjak, pihak madrasah siap mengembangkan berbagai varian baru sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi para siswa.
“Jika permintaan meningkat, tidak menutup kemungkinan produk ini akan dikembangkan dalam berbagai varian, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi siswa,” kata Adpid Lismi. (ak)



