Pemerintah bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Evakuasi warga, pendirian posko pengungsian, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar dilakukan untuk memastikan keselamatan dan membantu warga terdampak.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, serta relawan dan masyarakat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji.
“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” ujar Berton.
Sementara, berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. Sebanyak 367 orang menempati tenda pengungsian di Lapau Munggu dan rumah-rumah warga sekitar. Sisanya tersebar di musala dan warung masyarakat.
BNPB juga telah menyalurkan 500 bungkus nasi, sedangkan BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian.
BPBD Padang juga menyalurkan ribuan liter air bersih ke lokasi terdampak. Penyaluran dilakukan di dua titik di Kecamatan Koto Tangah, yakni Masjid Raya Ikur Koto dan kawasan Pasia Nan Tigo. Total air bersih yang disalurkan mencapai 9.000 liter yang diangkut menggunakan mobil tangki.
Dinas Sosial Padang menyiapkan dapur umum untuk membantu korban banjir. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, turut menyalurkan 40 karung beras dan bantuan pendukung untuk dapur umum di Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah.

Peringatan Cuaca Susulan
BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi hingga Senin (12/10/2026).
Masyarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai dan kawasan rawan longsor diminta untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika curah hujan kembali meningkat. (edt/*)
