PADANG, Sumbarpro — Aktivitas angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada September 2026 mengalami penurunan.
Jumlah penumpang yang datang tercatat 79,19 ribu orang atau turun 16,56 persen dibanding Agustus 2026.
Kondisi berbeda terjadi pada angkutan laut luar negeri yang mencatatkan kenaikan muat barang sebesar 18,93 persen menjadi 421,52 ribu ton.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, penurunan jumlah penumpang datang terjadi seiring berkurangnya jumlah penerbangan.
Pesawat yang datang ke BIM pada September 2026 sebanyak 643 penerbangan atau turun 13,58 persen secara bulanan.
Sementara itu, penumpang yang berangkat dari BIM tercatat 82,83 ribu orang atau turun 13,30 persen.
Secara tahunan, penurunan penumpang udara terjadi pada rute domestik maupun internasional.
Penumpang berangkat domestik turun 11,57 persen menjadi 64,45 ribu orang, sedangkan penumpang datang domestik turun 9,72 persen menjadi 63,37 ribu orang.
Rute internasional mencatatkan penurunan lebih dalam, yaitu 18,56 persen untuk keberangkatan dan 26,67 persen untuk kedatangan.
Di sektor angkutan laut dalam negeri, aktivitas muat barang justru mencatatkan peningkatan 14,57 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 342,68 ribu ton.
Pelabuhan Teluk Bayur menjadi penyumbang utama dengan kenaikan 18,03 persen. Adapun aktivitas bongkar barang turun 7,01 persen menjadi 322,39 ribu ton.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin menyatakan bahwa aktivitas bongkar barang melalui angkutan laut luar negeri di Pelabuhan Teluk Bayur tidak mencatatkan kegiatan pada September 2026.
“Nilai bongkar melalui angkutan laut luar negeri tercatat nol atau turun 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (4/11/2026).
Sektor angkutan kereta api juga mencatatkan dinamika serupa. Jumlah penumpang kereta api pada September 2026 sebanyak 182,41 ribu orang atau turun 4,74 persen secara bulanan, tetapi naik 22,66 persen dibandingkan September 2025.
Sementara itu, barang yang dimuat kereta api turun 10,22 persen menjadi 112,65 ribu ton. (ak/*)
