PADANG, Sumbarpro — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengucurkan dana sebesar Rp487,37 miliar untuk penanganan banjir dan sedimen di Kota Padang.
Proyek fisik yang dirancang secara bertahap dalam kurun waktu 2026 hingga 2028 ini difokuskan pada tiga kawasan aliran air, yaitu Batang Kuranji, Batang Air Dingin, dan Batang Guo.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyampaikan, penanganan prasarana pascabencana ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pengerjaan fisik memberi asas manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah ingin memperkuat ketahanan bangunan sungai guna menangkal risiko bencana susulan di masa depan.
“Kementerian PU fokus menyelesaikan normalisasi sungai dulu, agar kemudian check dam bisa terbangun dengan cepat. Jadi, itu yang kita berusaha tanggulangi sama-sama, untuk memastikan ke depan yang turun dari hulu itu hanya air, tidak ada lagi batu, maupun kayu,” ujar Dody dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan pemeriksaan tim teknis di lapangan, area hulu sungai masih tertahan oleh tumpukan tanggul alam.
Keberadaan tanggul alami tersebut mengkhawatirkan karena rentan bobol saat diguyur hujan lebat hingga dapat memicu limpahan air bandang yang lebih dahsyat.
Guna menanggulangi ancaman tersebut, Tim Balai Teknik Sabo Dam diterjunkan ke area hulu sungai untuk memeriksa kondisi medan serta merancang desain penanganan cepat.
Pemko bersama kementerian lalu membuka susunan tanggul alam secara bertahap agar aliran air bergerak lancar.
“Begitu mendengar terjadi banjir bandang, yang pertama saya perintahkan kepada tim teknis di lapangan adalah melihat hulunya dulu,” kata Dody.
Selain penguatan hulu, pengerjaan difokuskan pada pengerukan pasir dan endapan lumpur dengan target pengerukan mencapai 24.000 meter kubik.
Pengerukan material ini dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung aliran sungai agar air tidak meluap ke permukiman warga.
Secara terperinci, alokasi anggaran Rp249,56 miliar dikucurkan untuk pengerjaan di sepanjang Sungai Batang Kuranji beserta anak sungainya.
Proyek di kawasan ini mencakup pembuatan bangunan penahan sedimen (check dam), pemasangan pelindung tebing (revetment), serta dinding penahan luapan air (parapet).
Sementara untuk kawasan Batang Air Dingin dan anak sungainya, Kementerian PU menyiapkan dana sebesar Rp162,81 miliar.
Alokasi tersebut dimanfaatkan untuk pengerjaan kistdam dan pengeringan area kerja (dewatering), pembuatan check dam, kantong pengumpul pasir (sand pocket), serta pembentukan tanggul dan revetment.
Adapun untuk penanganan alur Batang Guo sepanjang 450 meter dengan daya tampung 6.400 meter kubik, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp75 miliar.
Pekerjaan mencakup penyusunan kistdam, dewatering, bangunan check dam, penataan tanggul berbahan beton siklop, serta perbaikan alur sungai. (ak/*)
